Fadhil Al-Jilani Bakal ke Kayong Utara

BERSAMA PRESIDEN: Prof. Dr. Muhammad Fadhil al Jilani (kanan) saat berfoto bersama Presiden Joko Widodo yang akan mengunjungi beberapa daerah termasuk Kalbar, di antaranya Kayong Utara dan Ketapang. ISTIMEWA

Dijadwalkan 9 September

SUKADANA – Maulana Syeikh Assyarif Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jilani Al-Hasani Al-Huseini Hafidzahullah, dijadwalkan akan menyambangi Kabupaten Kayong Utara. Ulama dunia yang berasal dari Turki tersebut direncanakan tiba di Kayong Utara pada 9 September dalam kegiatan safari dakwahnya.

Terkait hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara menyambut baik rencana tablig akbar tersebut. “Kami mewakili pemerintah dan masyarakat sangat menyambut baik rencana kehadiran Sayyid Muhammad Fadhil, semoga menjadi berkah bagi Kayong Utara,” ungkap Kepala Bagian Kesos Setda Pemkab Kayong Utara, Nazril Hijar, belum lama ini di Sukadana.

Nazril yang juga Ketua PCNU Kayong Utara siap memfasilitasi tempat bagi Sayyid Muhammad Fadhil menyampaikan taushiyahnya. “Kita agendakan di Masjid Agung Oesman Al Khair, dan semoga masyarakat Kayong Utara bisa hadir di acara tablig akbar, sekaligus dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram pada 9 September nanti,” ungkapnya.

Untuk diketahui, mengenai kehadiran Sayyid Muhammad Fadhil di Kalbar khususnya di Kayong Utara dan Ketapang, merupakan undangan Yayasan Pondok Pesantren Darul Fadhilah Ketapang, bekerja sama dengan Markas al Jilani Asia Tenggara dan Jam’iyyah Ahli Thoriqoh al Mu’thabaroh an Nahdliyah (JATMAN) Kalbar. Ketua JATMAN Kalbar yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fadhilah Ketapang, Syeikhul Amir Muhammad Abdul Quddus, mengatakan, setelah di Kayong Utara, Sayyid Muhammad Fadhil juga diagendakan menyampaikan tablig akbar di Masjid Agung Al Ikhlas Ketapang. “Di Ketapang merupakan kali kedua Beliau (Sayyid Fadhil, Red) hadir, dan menjadi yang pertama untuk Kayong Utara. Semoga dua kabupaten yang bertetangga ini mendapat berkah karena Sayyid Fadhil keturunan langsung dari Rasulullah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Syeikh Quddus berpesan kepada masyarakat muslim untuk sama-sama menghadiri dua masjid agung yang menjadi kebanggaan dua kabupaten di wilayah selatan Kalbar ini. “Masjid Agung Oesman Al Khair tanggal 9 dan besoknya, 10 September, di Masjid Agung Al Ikhlas Ketapang. Silakan kita sama-sama hadiri majelis yang mulia ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Asyayid Assyarif Muhammad Fadhil Jailani al-Hasani, lahir di Desa Jimzarok pada 1954, di Provinsi Qurtalan Timur, Turki, dan saat ini tinggal di Istambul. Dia tumbuh dalam asuhan kakeknya Assayid Assyarif Al-Quthb Al-Kamil Syekh Muhammad Sidiq Jailani Al-Hasani, dan ayahandanya Assayid Assyarif Allamah Syekh Muhammad Faiq Jailani Al-Hasani. Dia dibawa oleh kakeknya ke sebuah desa yang bernama Tilan yang terkenal dengan para ulama-ulama dan pembesar sadah Jailaniah saat ia berusia 2 tahun. Kemudian dia diasuh oleh kakeknya sampai usia 13 tahun, dan kakeknyalah yang mengirimnya ke Kota Madinah Al-Munawaroh. Pada umur tersebut, dia kembali ke Kota Jimzarok.
Sedangkan, di kota kelahirannya tersebut itu dia memulai penilitiannya terkait karya-karya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani pada 1978 dan pada beberapa kota-kota lain sampai tahun 2002. Bahkan, hingga saat ini dia terus mencari dan meneliti karya Syekh Abdul Qodir Al-Jailani.

Dia telah berkunjung ke 50 perpustakaan resmi dan puluhan perpustakaan lainnya di lebih dari 20 negara, dan terus berkunjung ke negara-negara tesebut lebih dari 20 kali. Sampai saat ini dia telah menemukan 17 kitab dan 6 manuskrip (termasuk Kitab Tafsir Jailaniyah) dan mensyarahnya dengan menghasilkan sekitar 9.752 lembar selain tafsir dan karya lain yang hilang yang tidak ditemukan di dunia ini selain dari usahanya. (dan)

Read Previous

Jangan Sepelekan Kebersihan Sungai

Read Next

Rumah Layak Huni Kembali Diberikan pada Warga

Tinggalkan Balasan

Most Popular