Fasilitasi Ekspor Kopra ke India

KOPRA: Petani kopra putih menjemur kelapanya di halaman rumahnya di Kelurahan Petoaha, Kecamatan Abeli, Kendari, Sulawesi Tenggara, tahun lalu. Dari Rp6 ribu per kilogram harga kopra naik Rp6.500. ANTARA FOTO/Jojon/

MANADO– Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Manado untuk pertama kalinya memfasilitasi ekspor sebanyak 21 ton kopra putih asal Tahuna, Kabupaten Sangihe,Sulawesi Utara, ke India.

“Pembukaan secara bertahap pembatasan akibat pandemi terus membawa angin segar, khususnya bagi sektor pertanian. Kini dari batas utara negeri pun berhasil meningkatkan hasil dan mutunya sehingga tidak hanya untuk penuhi pasar domestik namun juga laris di pasar global,” kata Kepala Karantina Pertanian Manado Donni Muksyidayan Saragih, di Manado, Sabtu.

Data pada sistem perkarantinaan IQFAST mencatat nilai ekonomi ekspor perdana kali ini mencapai Rp200 juta. Komoditas ekspor tersebut akan berangkat dengan menumpang KM Logistik Nusantara I menuju Surabaya sebelum dikirim ke India.

“Satu lagi sentra produk pertanian yang berorientasi ekspor. Semoga ke depan makin banyak produk yang bisa bersaing,” katanya.

Donni menyebutkan Tahuna sebagai ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe ini berjarak 251 kilometer dari Kota Manado dan dapat ditempuh melalui jalur udara selama kurang lebih 50 menit. Kabupaten Kepulauan Sangihe juga termasuk salah satu pulau terluar Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Pulau ini banyak menyimpan potensi produk pertanian, khususnya asal subsektor perkebunan seperti pala, cengkeh, dan kelapa.

Ke depan Donni berencana akan meningkatkan sinergitas baik dengan pemerintah daerah melalui dinas terkait, pelaku usaha, dan petani serta pekebun guba mendorong komoditas ini masuk pasar ekspor.

Kopra Tahuna yang pertama kali masuk pasar India ini sebelumnya telah melalui rangkaian pemeriksaan oleh pejabat Karantina Pertanian Manado di Wilayah Kerja Tahuna.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak agar kawasan pertanian yang berorierasi ekspor dapat memiliki sarana transportasi berupa direct shiptment atau direct call.

“Saya berharap ekspor kopra dari Tahuna dapat rutin dan menjadi pendorong dibukanya akses ekspor langsung dari Pelabuhan Laut Tahuna,” ujar Ali Jamil. (antara)

loading...