Festival CGM Tri Dharma Berakhir, Pemangkat Luar Biasa

Kemeriahan panggung hiburan saat acara penutupan festival CGM Tri Dharma Pemangkat.

SAMBAS – Pemangkat Luar Biasa, slogan ini menjadi salah satu bukti kesuksesan rangkaian pelaksanaan Festival Cap Go Meh Tri Dharma Pemangkat yang secara resmi ditutup pada Minggu (10/2) malam. “Luar biasa, sekelas kecamatan. Rangkaian kegiatan festival CGM Tri Dharma Pemangkat cukup ramai, terutama pada pelaksanaan pawai tatung,” kata pengunjung dari Kota Singkawang, Norman.

Warga Singkawang yang sengaja datang ke Pemangkat menyaksikan pawai tatung tersebut, menyebutkan tentunya itu tak lepas dari kerja seluruhpanitia, yang sudah mempersiapkan segala sesuatu. Sementara itu, pada Minggu malam, Festival CGM Tri Dharma Pemangkat secara resmi ditutup. Acara penutupan dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Kalbar, Naryoto. Camat, Kapolsek, Danramil, Danki Pemangkat serta dihadiri para donatur.

Di kegiatan penutupan, selain dilaksanakan pagelaran budaya multi etnis. Juga diberikan hadiah pemenag lomba mobil hias. Kemudian dimeriahkan dengan kehadiran artis Mandarin dari Semarang. Ketua Panitia CGM Tri Dharma Pemangkat, Atong tak henti-hentinya menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para donatur, yang sudah mendukung langsung kegiatan ini. Kemudian menyampaikan ungkapan terimakasih, kepada TNI/Polri, Pemerintah, dan masyarakat Kecamatan Pemangkat khususnya, yang memberikan dukungan sehingga seluruh kegiatan bisa terselenggara dengan baik.

Di pelaksanaan yang akan datang, jika dirinya dan seluruh panitia masih diberikan kesempatan untuk melaksanaan Festival CGM, pihaknya akan berupaya menggelar lebih meriah lagi, dan ini semua untuk Pemangkat Luar Biasa.

“Pemangkat,” teriak Atong yang disambut “Luar biasa” oleh warga yang menonton dan para donatur yang duduk di panggung kehormatan menyaksikan panggung hiburan. Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kalbar, Naryoto  juga mengapresiasi semangat panitia Tri Dharma Pemangkat, sehingga seluruh rangkaian dilaksanakan dengan sukses. Naryoto pun menyebutkan, atas pelaksanaan kegiatan ada beberapa manfaat positif dirasakan langsung oleh masyarakat, kemudian yang paling penting ada nilai perekat NKRI. Karena Indonesia memiliki keanekaragaman penduduk. “Panitia Tri Dharma Sukses melaksanakan kegiatan, dan masyarakat mendapatkan keuntungan,” katanya. Acara penutupan ditandai dengan penabuhan kendang dan menyalakan kembang api. Kemudian dimeriahkan hadirnya Helen Huang, artis mandarin dari Semarang.(fah)

Read Previous

Upaya Pemkot Pontianak Cegah Gizi Buruk

Read Next

AHASS Berikan Servis dan Ganti Oli Gratis di Hari Pers

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *