Fin Komodo Siap Padamkan Api di Lahan Gambut

OFF ROAD: Muda Mahendrawan bersama Gubernur Kalbar Sutarmidji mengendari Mobil Fin Komodo yang diberikan untuk BPBD Kubu Raya.  ASHRI ISNAINI/PONTIANAK POST

Mulai Waspada Karhutla 

SUNGAI RAYA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya mulai gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Tidak lama lagi sudah masuk musim kemarau yang sangat rentan terjadi keakaran hutan dan lahan, makanya upaya seperti sosialisasi untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya karhutla kian kami tingkatkan,” kata Kepala BPPD Kubu Raya Mokhtar kepada wartawan, Minggu (19/7), di Sungai Raya.

Selain telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan, kata Mokhtar, Pemerintah Kubu Raya pun juga sudah menetapkan status siaga karhutla yang berlaku sejak 1 Februari 2020 hingga 20 Oktober 2020 mendatang.

Berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan, saat ini terdapat 18 desa di Kubu Raya yang cukup rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Desa tersebut tersebar di Kecamatan Sungai Raya, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, dan Kuala Mandor B. “Kecamatan lainnya, kami pantau juga berpotensi terjadi karhutla, namun tidak serawan di 18 desa yang sudah kami petakan tersebut,” ungkapnya.

Selain melibatkan sejumlah instansi terkait, dalam upaya pemadaman titik api, pihaknya juga selalu melibatkan kelompok masyarakat peduli api yang ada disetiap desa di Kubu Raya. Dia melihat kiprah Pokmas Peduli Api sejauh ini cukup baik. Meski begitu lantaran keterbatasan alat yang dimiliki pokmas dalam hal peralatan perlu disiasati dengan strategi sinergi yang efektif.

“Saya melihat keterlibatan masyarakat melalui Pokmas Peduli Api sudah baik. Namun yang menjadi titik lemah pokmas adalah peralatan. Karena kapasitas mesin yang ada di desa, jangkauan penyemprotannya tidak sekuat yang menjadi standar penanganan karhutla. Maka setiap kejadian karhutla kami selalu mengajak pokmas bahu membahu dalam penanganan dengan menggunakan peralatan yang ada BPBD,” jelasnya.

Sebelumnya, usai Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Kubu Raya, BPBD Kubu Raya, menerima satu unit mobil Fin Komodo dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Mobil buatan dalam negeri berjenis kendaraan off road-non konvensional ini biasanya digunakan untuk medan daeerah pegunungan, dataran dalam kondisi jalanan aspal, tanah, batu dan berlumpur.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan, mobil tersebut akan digunakan sebagai salah satu armada untuk menangani kasus yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya.

“Dengan bobot yang cukup ringan, mobil ini akan lebih leluasa masuk dan menelusuri ke lahan gambut sehingga bisa bekerja maksimal. Kami berharap mobil ini bisa membantu, misalnya di areal gambut dia bisa bantu membawa mesin pompa air untuk memudahkan jika ditemukan titik api yang suit dijangkau,” kata Muda Mahendrawan usai secara simbolis menyerahkan bantuan satu unit mobil Fin Komodo kepada Kepala BPBD Kubu Raya, Mokhtar.

Kepala BPBD Kubu Raya Mokhtar mengapresiasi perhatian Pemerintah Kubu Raya yang dinilai selalu memantau perkembangan dan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kubu Raya. “Adanya bantuan mobil Fin Komodo ini tentu memudahkan kami menjangkau sejumlah titik lahan gambut yang sulit terjangkau dan tentunya sangat membantu kami dalam upaya penanganan jika sewaktu-waktu terjadi karhutla di Kubu Raya,” pungkasnya. (ash)

 

error: Content is protected !!