Fisioterapis, Profesi Medis Masa Depan

zetizen

DOKTER, perawat, bidan merupakan profesi yang pasti udah nggak asing bagi Sobat Z. Bagaimana dengan fisioterapis? Mungkin beberapa di antara Sobat Z udah tahu atau bahkan pernah berurusan dengannya. Nah, pada tema kali ini Zetizen akan menguak lebih dalam soal fisioterapis dan tugas-tugasnya. Yuk, simak wawancara Zetizen dengan Aminety, S. St. Ft, seorang fisioterapis yang bertugas di RSJ Daerah Sungai Bangkong, Pontianak. (mya)

Q : Secara umum, profesi fisioterapis ini seperti apa?

A : Jadi kita bergerak di bidang rehabilitasi dan pemulihan, serta pengembangan dan pemeliharaan gerak dan fungsi tubuh dengan penatalaksanaan fisioterapi secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi dan komunikasi. Tergantung kebutuhan pasien. Karena fisioterapi itu terdiri dari berbagai jenis tergantung kebutuhan penanganannya. Ada fisioterapi pediatri untuk anak-anak, fisioterapi kesehatan wanita, fisioterapi kesehatan dan keselamatan kerja, fisioterapi pada lansia (geriatri), fisioterapi olahraga dan fisioterapi kesehatan masyarakat.

Q : Apa saja yang menjadi tugas seorang fisioterapis?

A : Melakukan penanganan terapi yang sesuai dengan aturan fisioterapi, kemudian melakukan pendokumentasian tindakan di status pasien, rekapitulasi pencatatan dan pelaporan di status pasien. Selain melakukan peranan preventif atau pencegahan dan penyembuhan, kita juga membuat program kerja yang bersifat promotif seperti penyuluhan tentang anak berkebutuhan khusus atau terkait tumbuh kembang anak-anak. Tetapi beberapa waktu terakhir kita lebih fokus melakukan penyuluhan kepada pasien sesuai kebutuhan.

Q : Tantangan seperti apa yang akan dihadapi oleh fisioterapis?

A : Kalau pada pasien fisioterapi anak lebih ke kesadaran orang tua tentang keterlambatan tumbuh kembang anak. Selain itu informasi yang didapat oleh orang awam tentang fisioterapi masih terbatas, maka ketika terjadi cedera atau penyakit yang membutuhkan terapi biasanya masyarakat memilih untuk diurut. Mungkin akan membawa efek baik pada pasien A tetapi belum tentu efek serupa terjadi pada pasien B. So, peranan fisioterapis lebih ke menumbuhkan kesadaran akan pentingnya analisa secara ilmiah tentang penanganan apa yang diperlukan terhadap pasien.

Read Previous

Honda DBL Camp 2019 Dimulai

Read Next

Cemas Berlebihan Tanpa Alasan Jelas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *