Forum PPIU; Profesionalisme Petugas Tingkatkan Layanan Jamaah Umrah

Forum Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) Kalbar masa bakti 2020-2024 telah terbentuk. Pengurus merupakan para pemilik PPIU yang berkantor pusat di Kalbar dan siap mewadahi cabang PPIU yang ada di daerah ini.

Ahmad Kholil, Ketua Forum PPIU Kalbar mengatakan, kebijakan umrah terus mengalami perubahan. Tuntutan peningkatan kualitas pelayanan semakin tinggi. Tidak cukup menjual produk umrah saja, tetapi perusahaan harus terakreditasi dan tour leader serta tour guide harus bersertifikasi.

“Kebijakan terkait perjalanan umrah kerap berubah ubah. Baik itu dari pemerintah Indonesia maupun pemerintah Arab Saudi. Kondisi ini mengharuskan perusahaan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) mengikuti informasi terbaru untuk menyesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan,” jelas Kholil.

Hal ini pula menjadi salah satu alasan dibentuknya Forum PPIU Kalbar. Forum ini dibentuk untuk mempermudah dalam berkoordinasi dan bersinergi antar PPIU. Terutama terkait kebijakan-kebijakan terbaru umrah. Forum ini juga menjembatani para PPIU dan cabang untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan sumber daya manusia.

“Memiliki pengalaman tapi tidak memiliki sertifikasi juga tidak cukup. Ke depan petugas dituntut memiliki sertifikasi. Maka mau tidak mau, PPIU harus update mengenai kebijakan-kebijakan terbaru,” jelasnya.

Harapannya, kata Kholil sertifikasi ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan PPIU terhadap jemaah umrahnya. Sertifikasi ini sudah dapat dipakai ketika keran pemberangkatan jemaah umrah sudah dibuka pemerintah Arab Saudi.

“Maka kesempatan ini dimanfaatkan untuk kita. Kalau Desember sudah dibuka, sertifikasinya sudah bisa digunakan,” paparnya.

Wakil Ketua Forum PPIU Kalbar, Drg Heru menambahkan ada beberapa keuntungan yang didapat masyarakat dengan adanya uji kompetensi ini. Pertama bisa tahu mana penyelenggara yang sudah terakreditasi dan yang belum.

Mana orang yang punya sertifikasi, mana yang tidak.Mana yang menawarkan produk sekadar jualan mana yang memberikan pelayanan yang berkualitas.

“Pelayanan umrah itu harus terukur, agar masyarakat itu tidak menjadi korban,”jelasnya.

Darohman, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kemenag Kalbar menjelaskan, terbentuknya forum ini sangat penting sekali dalam rangka sosialisasi pembinaan dan advokasi dalam menjalankan usaha.

Adanya forum ini dapat mempermudah akses antar PPIU dan Cabang PPIU dalam menyampaikan informasi.

“Bahkan kami berharap semua perizinan itu paling tidak dikoordinasikan dengan forum sebelum diajukan ke Kami. Begitu masuk ke kemenag persyaratannya sudah lengkap. Tidak bolak balik,” ulasnya.

Selain itu, jika ada kendala atau masalah maka kekuatan forum akan jauh lebih besar dibanding kekuatan pribadi. Forum inilah nantinya dapat menjembati untuk menyelesaikan masalah perjalanan umrah.

Dia juga mengapresiasi digelarnya uji kompetensi tour guide dan tour leader. Menurutnya, sudah semestinya para pengelola perjalanan umrah memiliki kemampuan manajerial.

“Ini sangat penting. Bagaimana bisa mengelola orang banyak kalau tidak punya ilmunya. Sebab itu pelatihan semacam ini, sangat diperlukan,” jelasnya yang menambahkan jika perusahaan memiliki akreditasi, SDM nya juga berkompeten dibidangnya.

Maka perusahaan ini dapat membuktikan bisa menjalankan perusahaan dengan profesional. (Mrd)

error: Content is protected !!