Gagal Atasi Kabut Asap

kabut asap

PONTIANAK – Kendati panas disertai kabut asap menyelimut wilayah Kalimantan Barat, hujan masih berpeluang turun. Beberapa wilayah masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir, guntur dengan angin kencang.

“Durasinya singkat pada pukul 00.30. Sebarannya terjadi di wilayah Kabupaten Sanggau (Noyan, Kembayan, Bonti), Sekadau (Belitang Hilir, Belitang), Kab. Sintang (Binjai Hulu, Ketungau Hilir), Kapuas Hulu (Silat Hilir, Semitau, Suhaid, Selimbau, Jongkong), dan Kabupaten Landak (Meranti),” beber Sutikno, Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Rabu (11/9).

Data curah hujan memperlihatkan bahwa secara umum kondisi cuaca cerah berawan terkecuali di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang terjadi hujan. secara umum hari tanpa hujan di wilayah Kalimantan Barat termasuk dalam kriteria sangat pendek 6 sampai 10 hari, kecuali di Kabupaten Ketapang dan Sambas kriteria menengah yakni 11 sampai 20 hari.

 

Meski diguyur hujan, kualitas udara dianalisis dari pantauan alat kualitas udara particulate matter di Stasiun Klimatologi Mempawah pada 10 September 2019 dilakukan pada pukul 00.00 sampai 23.55 secara umum berada dalam kategori sedang. Konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 150,59 µg/m3 terjadi pada pukul 11.00, masuk dalam kategori tidak sehat.

Sutikno melanjutkan pantauan kondisi cuaca dan prospek cuaca terkini di Provinsi Kalimantan Barat pada 11 September 2019 pukul 09.00 diterangkan bahwa jarak pandang mendatar (visibility) secara umum lebih dari 1.000 meter. Kecuali di Pontianak dan Kabupaten Ketapang, masing-masing jarak pandang minimum menyentuh angka 500 meter dengan 800 meter.

Sementara arah angin dominan bergerak dari arah tenggara ke barat daya, kecepatan angin maksimum tertinggi sebesar 32 km/jam terjadi di Kabupaten Ketapang. Untuk suhu udara maksimum tertinggi mencapai 35,8 derajat celcius terjadi di Kota Pontianak. Sementara suhu udara minimum terendah sebesar 21,8 derajat celcius terjadi di Kabupaten Sintang.

Sutikno melanjutkan bahwa panas yang melanda wilayah Kalimantan Barat terus menambah jumlah hotspot. Jumlahnya terus naik turun. Sebelumnya menyentuh 3.116 titik panas, menjadi 572 bertambah lagi menjadi 872 hotspot. “Sebarannya 12 kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Hanya Pontianak dan Singkawang tak terdeteksi hotspot,” ujarnya.

Olahan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak dari peta sebaran hotspot dari olahan data lapan mempergunakan sensor Modis pada satelit Terra dan Aqua memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami sebaran hotspot dari 10 September pukul 07.00 sampai dengan 11 September pukul 07.00.

Wilayah penyumbang titik hotspot terbanyak tetap dipegang Kabupaten Ketapang dan Sintang masing-masing terpapar 519 dengan 100 titik panas.  Sementara Kabupaten Kubu Raya tempat Bandar Supadio Pontianak terpapar sebanyak 75 titik panas.

“Kabupaten Kayong Utara dan Melawi masing-masing dengan 62 dan 51 titik panas,” jelasnya.
Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat, Subhan Nur menyebutkan bahwa bencana kabut asap di Kalbar seperti sudah menjadi semacam bencana tahunan. Sebaiknya memang dicarikan formulasi paling tepat dan efektif dari campur tangan tim teknis dan tim ahli.

”Kalau kabut asap di Kalbar hanya bisa teratasi dengan alam yakni hujan dari atas. Untuk tahun-tahun mendatang, diharapkan formulasi tepat sudah ada,” tutur dia.(den)

Read Previous

Warga Dihebohkan Aksi Polisi-Tersangka

Read Next

Dirut BPJS Kesehatan Beberkan Fakta Penyesuaian Iuran JKN-KIS

Tinggalkan Balasan

Most Popular