Gaji IRT UMKM Lampaui Pegawai Negeri

MENUJU KEWIRAUSAHAAN: Sekda, Ismail saat membuka kegiatan pelatihan dan sosialisasi Izin Usaha Mikro Kecil

Pelatihan Kewirausahaan dan Sosialisasi IUMK

MEMPAWAH – Dalam upayanya mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Pemerintah Kabupaten Mempawah menggelar Pelatihan Kewirausahaan dan Sosialisasi Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK). Diikuti 50 pelaku usaha, kegiatan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H Ismail, MM, Rabu (4/9) di Wisma Chandramidi Mempawah.

“Saat ini, arah kebijakan pemerintah pusat dan provinsi memperioritaskan pembangunan bidang UMKM. Yakni dengan mendorong terwujudnya koperasi yang sehat dan berkualitas, serta UMKM naik kelas,” terang Ismail dalam sambutannya.

Sejak diberlakukannya kebijakan itu, jelas Ismail, maka prioritas dan sasaran pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mempawah fokus pada upaya mendorong pengembangan UMKM, IKM serta koperasi melalui peningkatan kualitas SDM dan penguatan modal usaha.

“Untuk membangun kualitas SDM yang bermutu maka perlu dilakukan program life skills education. Program ini dimaksudkan untuk mencetak pekerja dan wirausahawan yang handal. Penciptaan ini dimaknai sebagai upaya pemberian kemampuan kepada warga masyarakat yang membutuhkan berbagai keterampilan sebagai bekal untuk berwirausaha,” tuturnya.

Dengan bekal kemampuan dan keterampilan yang tepat, lanjut Ismail, diharapkan para pelaku usaha mampu melakukan manajemen perubahan dalam pengelolaan usahanya secara profesional, fokus dan konsisten yang berorientasi pada penjagaan mutu serta produk berkualitas. Hal itu penting untuk menjaga kesinambungan usaha yang dijalankan.

“Serta, mampu melakukan terobosan untuk peningkatan usaha dan daya saing. Sehingga diharapkan secara bertahap dan pasti para pelaku usaha mampu menaikan level usahanya secara berjenjang atau dengan lompatan level usaha yang terukur,” ujarnya.

Pada era milenial ini, masih menurut Ismail, keberhasilan usaha tak hanya ditentukan dari bentuk dan jenis produk yang dihasilkan. Melainkan juga dipengaruhi kemampuan pemasaran produk yang dihasilkan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Maka kemasan produk harus menarik, memiliki ciri khas dan mampu memberikan pelayanan mudah serta cepat. Karena itu, pelaku UMKM dituntut menguasai teknologi, melakukan pemasaran dengan sistem kekinian serta membangun jejaring kerja yang tepat dengan pihak-pihak berkompeten dan tepat,” harapnya.

“Bahkan, data empirik menunjukan ibu rumah tangga (IRT) yang melakukan aktifitas home industri dan kreatif memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produknya memiliki penghasilan melampaui gaji karyawan atau pegawai negeri,” ungkapnya.

Kepala Dinas DPMKUKMPTSP, Nurmala, SH MSi dalam laporannya mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan motivasi dalam berusaha, meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta terhadap produk unggulan daerah, mendorong pengembangan usaha mikro dan meningkatkan pemasaran berbasis teknologi informasi. Termasuk pula mendorong pelaku usaha mikro untuk memperoleh jaminan hukum dalam berusaha dengan kepemilikan IUMK.

“Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 4-6 September 2019 di Wisma Chandramidi Mempawah. Jumlah pesertanya sebanyak 50 orang terdiri dari pelaku usaha mikro yang ada di Kabupaten Mempawah,” singkatnya mengakhiri. (wah)

Read Previous

Jokowi jadi Sasaran Swafoto

Read Next

Presiden Jokowi Serahkan Hutan Adat

Tinggalkan Balasan

Most Popular