Gali Potensi Desa

INOVASI DESA: Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani pada kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan Dinas SP3APMD Kayong Utara melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Foto Humas For Pontianak Post.

SIMPANG HILIR-Sekretaris Daerah Kayong Utara Dra. Hilaria Yusnani menghadiri sekaligus membuka acara Bursa Inovasi Desa Kluster Kecamatan Simpang Hilir, Teluk Batang dan Seponti di Gedung Graha Praja Kecamatan Simpang Hilir, Kamis (25/7).

Kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan oleh Dinas SP3APMD Kayong Utara melalui Bidang Pemberdayaan Masyarakat  ini bertemakan  Inovasi Untuk Kemandirian Desa.
Dalam sambutannya, Sekda Kayong Utara sangat menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan Bursa Inovasi Desa di Kabupaten Kayong Utara.

“Saya sangat menyambut baik atas diselenggarakannya kegiatan Bursa Inovasi Desa yang diprakarsai oleh Dinas SP3APMD Kabupaten Kayong Utara yang dalam hal ini khususnya Bidang Pemberdayaan Masyarakat guna untuk mjenggali potensi yang ada di desa yang ada di Kabupaten Kayong Utara.” Ucap Sekda.

Sekda Hilaria juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan untuk mendukung usaha pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa. “Guna untuk mendukung usaha pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa, pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan baik dalam bentuk regulasi maupun program atau kegiatan yang diarahkan untuk penguat kelembagaan, hal ini dilakukan sebagai pemacu motivasi dan pendongkrak swadaya gotong royong masyarakat  desa serta inovasi dan kreatifitas pemerintahan desa dalam pencapaian program pembangunan pedesaan,”ungkapnya.

Kemudian Hilaria menerangkan bahwa pada periode pertama Presiden Joko Widodo, pembangunan dimulai dari pinggiran, itu artinya membangun dari tingkat yang terbawah yang ada di desa-desa serta memprioritaskan desa-desa yang tertinggal dan terjauh, ini dilakukan dalam rangka untuk pemerataan pembangunan,”tuturnya.

Terkait dengan ini, Sekda juga berpesan kepada perangkat desa agar bekerjasama serta memberdayakan pendamping desa. “Pada kesempatan yang baik ini, Saya berpesan kepada seluruh perangkat desa agar selalu bekerjasama serta memberdayakan pendamping desa karena para pendamping desa itu ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk mengawasi pelaksanaan dana desa mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi bahkan sampai kepelaporannya, sehingga peran mereka sangat penting untuk diberdayakan oleh setiap desa,”sambungnya.

Semetara itu, Plt. Kepala Dinas SP3APMD Kayong Utara, Hermanto mengatakan Bursa Inovasi Desa dilaksanakan untuk memperoleh informasi atau referensi agar dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa. “Kegiatan Bursa Inovasi Desa ini kami selenggarakan bertujuan untuk membantu desa memperoleh informasi atau referensi sehingga dalam meningkatkan kualitas kegiatan-kegiatan pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di desa dapat dinilai inovatif dan berhasil,” ucap Hermanto.

Selanjutnya Hermanto juga menjelaskan salah satu tahapan pokok program inovasi desa adalah pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID), dimana BID ini sebagai sebuah forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa-desa, ini sekaligus juga sebagai wahana pertukaran pengetahuan dan inovasi desa.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Madya Provinsi Kalimantan Barat Subroto, Plt. Kadis SP3APMD Kayong Utara, Camat, Simpang Hilir, Camat Teluk Batang, Camat Seponti, Kades se Kecamatan Simpang Hilir, Para Pendamping Desa serta tokoh agama Kecamatan Simpang Hilir. (dan/Humas).

Read Previous

Gotong Royong Benahi Fasilitas Olahraga

Read Next

Amankan Penerimaan Negara dari Dana Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *