Tak Harus ke Luar Negeri, "Ganti Lutut" Bisa di Pontianak
Ganti Sendi Lutut dengan Sendi Buatan

PEMULIHAN : Hari pertama pasca-operasi, seorang pasien Berusia 72 tahun yang mengalami patah panggul kiri ini dilatih gerak kaki pada posisi tidur.

Nyeri lutut dan pinggul paling banyak dikeluhkan, terutama jelang usia lanjut. Kini dengan  kecanggihan medis, sendi lutut atau panggul yang rusak dapat diganti dengan sendi buatan. Sendi lutut yang bengkok menjadi lurus. Permukaan sendi yang kasar dapat diganti dengan yang baru. Prosesnya sudah bisa dilakukan di Pontianak.

Operasi penggantian sendi paling banyak dilakukan pada sendi lutut  dan sendi pinggul karena kedua sendi tersebut paling sering mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi. Operasi ini dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan.

Di Pontianak, praktik ini sudah kerap dilakukan. Tidak perlu ke luar negeri, dokter-dokter di sini juga bisa melakukan operasi lutut.

Tahun ini,   Dr Gede Sandjaya SpOT ( K ), Dr Andika Dwiputra Djaya SpOT, dan Dr Irene A SpOT bersama tim  sudah melakukan lebih kurang 25 kali operasi khusus pergantian sendi lutut dan pinggul.

Operasi penggantian sendi lutut tidak hanya menghilangkan rasa sakit sendi yang telah rusak akibat pengapuran sendi dan memungkinkan pasien beraktivitas tanpa rasa nyeri, tetapi juga membuat sendi lutut yang bengkok akibat pengapuran sendi menjadi lurus kembali setelah operasi. Permukaan sendi yang kasar pun dapat diganti dengan yang baru.

“Operasi pergantian sendi dilakukan bilamana sendi di badan tidak bisa dipertahankan. Sudah ada perubahan bentuk, atau pun terjadi kerusakan. Sehingga menimbulkan nyeri dan menghambat pergerakan seseorang,” jelas dokter Andika.

Implan yang dipasang di lutut ini akan selamanya di lutut. Alat-alatnya sudah standar internasional. Pasien akan dijelaskan merk dan tipe alat yang akan digunakan untuk mengganti sendinya. Ada catatan medis yang lengkap jika sewaktu-waktu implan yang dipasang patah.

Dokter Andika menyontohkan, jika pasien melakukan operasi sendi di Pontianak. Kemudian saat jalan-jalan ke luar negeri, terjatuh dan patah di daerah pengganti sendi. Maka, dokter di negara tersebut dapat menghubungi dokter di Pontianak untuk menanyakan merk dan tipe implan yang digunakan.

“Jadi di luar negeri pun sama alatnya, karena sudah standar internasional,” timpal dia saat ditemui di RS St Antonius.

Tidak semua pasien yang mengalami keluhan lutut harus dioperasi. Dokter Andika mengatakan, akan dilakukan pemeriksaan dan derajat masalah pada sendi. Pasien akan disarankan operasi jika berada di derajat 4. Cukup banyak pasien yang sudah berada di kondisi ini, sehingga disarankan untuk operasi.

Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul juga merupakan operasi yang aman bahkan bagi orang tua. Apalagi  sebagian besar penderita pengapuran sendi adalah para orang tua. Salah satu faktor rusaknya sendi karena penuaan. Rata-rata diusia 65 ke atas. Bahkan untuk wanita bisa lebih muda dari usia tersebut, karena pengaruh hormon dan menopause.

Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul tidak memerlukan pembiusan umum, tetapi hanya pembiusan separuh tubuh bagian bawah.

Sebelum melakukan operasi, dilakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui kondisi paru-paru, pemeriksaan darah, hingga Swab PCR. Jika usia diatas 40 tahun juga dilakukan cek jantung, untuk memastikan sejauhmana risiko operasi.

Kemudian pasien akan mendapatkan penjelasan terkait kondisi kesehatan, termasuk risiko tindakan operasi pergantian sendi.

Jika pasien setuju, maka dilakukan operasi di hari ke dua. Operasi penggantian sendi lutut dan pinggul biasanya berlangsung selama sekitar 1,5 sampai 2 jam. Kemudian dilakukan obeservasi di ruang intensif selama satu malam. Besoknya baru dibawa ke ruang rawat inap.

Pasien mulai dilatih berjalan  dengan panduan dokter. Setelah mampu berjalan dengan stabil, pasien diizinkan pulang. Lama perawatan di rumah sakit berkisar 5 sampai 6 hari.

Satu bulan pertama  pasca operasi, pasien dua kali datang untuk mengecek kondisi sendinya. Termasuk pelepasan benang bekas operasi. Selanjutnya tahap pemulihan tiga hingga enam bulan.

“Sementara untuk rehabilitasi terus menerus dilakukan. Tiga sampai enam bulan kuta pantau. Biasanya tiga bulan pasien sudah tidak datang lagi,” pungkasnya. (mrd)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!