Gawat! Udara Pontianak Berbahaya

PONTIANAK—Masyarakat Kalimantan Barat kembali dipaksa menikmati dan menghirup kualitas udara yang mengkhawatirkan. Sejak pukul 10.00-13.00 Wib, pantauan alat kualitas udara Konsentrasi Particulate Matter (PM10) sudah tembus nilai ambang batasnya. Udara Pontianak masuk kategori danger alias berbahaya.

Bahayanya kualitas udara Pontianak, Kalimantan Barat diukur dari nilai 0-50 (baik), 50-150 (sedang), 150-250 (tidak sehat), 250-350 (sangat tidak sehat) dan berbahaya 350 ke atas.

Berdasarkan data BMKG bahwa Konsentrasi Particulate Matter (PM10) pukul 10.00 Wib, kualitas udara tembus 402,59. Selanjutnya pukul 11.00 Wib masuk 456.59, pukul 12.00 Wib masuk 497.26 dan pukul 13.00 Wib sudah tembus diangka 502.25.

Sutikno Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak menyebutkan bahwa bahwa kualitas udara dianalisis berdasarkan pantauan alat kualitas udara Particulate Matter (PM10) di Stasiun Klimatologi Mempawah tanggal 20 September 2019 dilakukan pada pukul 00.00 WIB hingga pukul 23.55 WIB. Konsentrasi PM10 tertinggi sebesar 502.25 µg/m3 terjadi pada pukul 13.00 Wib. Itu artinya kualitas udara masuk dalam kategori BERBAHAYA.

Bahayanya kualitas udara Kota Pontianak pada siang hari, juga berimbas pada jumlah hotspot yang terus mengalami perubahan. Jumlahnya terkadang naik, tiba-tiba turun. Sebelumnya menyentuh angka 572 bertambah menjadi 872 hotspot, sekarang (kemarin) menjadi 1431 hotspot.

”Sebarannya merata pada 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Hanya Kota Pontianak, tak terdeteksi hotspot,” ujarnya.

Olahan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Supadio Pontianak dari peta sebaran hotspot dari olahan data LAPAN mempergunakan sensor MODIS pada satelit TERRA dan AQUA memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami sebaran hotspot dari tanggal 19 September pukul 07.00 sampai dengan 20 September pukul 07.00 Wib.

Wilayah penyumbang hotspot terbanyak tetap kembali dipegang Kabupaten Ketapang. Kabupaten penghasil ale-ale dan kerupuk amplang ini terdeteksi menyumbang 1061 hostpot. Sementara Kabupaten Kayong Utara terdeteksi sebanyak 128 hotspot, disusul Kabupaten Melawi terpapar sebanyak 64 titik api dan, Kabupaten Kubu Raya dekat Bandar Supadio Pontianak terpapar sebanyak 54 hotspot.(den)

Read Previous

MUI Ajak Warga Kalbar Sholat Istisqa di Mujahidin

Read Next

Dinas Pertanian Siapkan Program Nanas dan Ubi Kayu di 182 Desa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular