Gedung Pelabuhan Sedau Dijadikan Ruang Karantina

GEDUNG KARANTINA: Wali Kota Singkawang memperlihatkan rancangan desain penggunaan gedung pelabuhan Sedau sebagai lokasi karantina Covid 19 di Singkawang. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Kapasitas Lebih 100 Kamar

SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan skenario lanjutan mengantisipasi jika terjadi lonjakan orang dengan pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Singkawang. Usai menjadikan eks kantor Satpol PP menjadi ruang karantina, pemkot tengah mempersiapkan tiga Gedung Pelabuhan Sedau sebagai ruang karantina dan ruang isolasi.

“Sudah kita tinjau. Untuk tiga gedung itu jika untuk ruang karantina bisa capai 100-an kamar. Sedangkan jika untuk ruang isolasi kita hitung bisa 64 kamar,” ungkapnya saat jumpa pers di ruang rapat Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, Kamis (26/3).

Pihaknya akan lebih membahas secara detail kebutuhan lainya mulai sarana dan prasarana hingga tenaga medisnya. Persiapan untuk menjadikan Gedung Pelabuhan Sedau sebagai tempat karantina dan isolasi ini segera dirampungkan.

“Semua nanti akan kita perdalam. Langkah ini kita ambil dalam upaya penanganan Covid-19,” katanya didampingi Kadis Kesehatan dan KB, Kadis PUPR Kota Singkawang, Kadishub, dan Direktur RS Abdul Aziz.

Ia pun menekankan agar masyarakat membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tidak keluyuran jika tidak mendesak. “Tetap di rumah saja, hindari kerumunan massa, laksanakan cuci tangan pakai sabun, serta terapkan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.

Apa yang ia sampaikan ini semoga bisa dijalankan masyarakat. Pasalnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19, sejak Singkawang berstatus KLB Covid-19, masih ditemukan warga yang menganggap remeh imbauan pemerintah. “Masih banyak yang berkerumun dan nongkrong. Tapi tetap kita terus lakukan aksi bersama TNI-Polri agar hal tersebut tidak terjadi lagi,” jelasnya. (har)

error: Content is protected !!