Gelar Operasi Pasar LPG Besar-Besaran

LANGKA: Pemkot Pontianak dan Pertamina menggelar operasi pasar serentak di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, kemarin. Aristono/Pontianak Post

PONTIANAK – Dalam rangka mengatasi kelangkaan LPG tiga kilogram, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak dan Pertamina Wilayah Kalbar, Senin (27/7) menggelar operasi pasar di empat titik secara serentak. Operasi pasar ini juga digelar untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat menjelang Idhuladha yang jatuh pada Jumat pekan ini.

“Operasi pasar ini dilakukan di empat titik pasar tradisional di empat kecamatan, yang bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan LPG subsidi,” ujar Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan saat meninjau langsung OP LPG subsidi di Pasar Puring, Kecamatan Pontianak Utara.

Harga yang dijual dalam dan sesuai HET (harga eceran tertinggi) Rp16.500 per tabung. Keempat titik lokasi operasi pasar itu di kawasan Pasar Belimbing, Kecamatan Pontianak Barat; kemudian di Pasar Puring, Kecamatan Pontianak Utara; Pasar Kenanga Anggrek, Kecamatan Pontianak Timur; dan Pasar Kemuning, Kecamatan Pontianak Kota yang masing-masing menjual 560 tabung atau sebanyak 2.240 tabung.

“Agar tepat sasaran satu warga hanya boleh membeli satu tabung, kemudian melampirkan fotocopy KTP dan setiap jari warga yang membeli dicelupkan tinta agar yang bersangkutan tidak bisa mengulang dalam membeli LPG subsidi dengan waktu bersamaan,” ujarnya.

Sales Branch Manajer Pertamina Wilayah I Kalbar, Farid Akbar menambahkan, pihaknya telah menambah sebanyak 60 ribuan tabung LPG subsidi menjelang Perayaan Idul Adha tahun 2020 untuk wilayah Kota Pontianak. Menurut dia, data Pertamina mencatat sebanyak 12 agen dan sekitar 300 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Pontianak dengan kuota sebanyak 21 ribuan tabung LPG subsidi per hari.

Menurutnya penambahan alokasi LPG subsidi tersebut akan dimanfaatkan untuk masing-masing pangkalan atau agen untuk melakukan operasi pasar, dan memasok ke daerah yang signifikan jumlah penduduknya atau daerah yang kebutuhan LPG subsidi cukup banyak seperti di daerah Pontianak Barat maupun Pontianak Timur.

Dalam kesempatan itu, dia menanggapi tentang fenomena terjadi antrean pembelian LPG subsidi di sejumlah pangkalan, bahwa saat ini proses penjualan LPG subsidi di konsentrasikan ke pangkalan. Hal tersebut dilakukan dalam upaya untuk memastikan bahwa harga jual LPG subsidi ke masyarakat sesuai dengan HET.

Lanjut dia, untuk pengawasan terutama harga jual sesuai HET Rp16.500 per tabung. Saat ini pihaknya terus menertibkan pangkalan yang ada untuk dapat menjangkau secara merata ke masyarakat yang memang berhak sehingga tepat sasaran.

Sebelumnya, Kepala Diskumindag Kota Pontianak Haryadi T Wibowo mengatakan pihaknya bersama dengan Pertamina gencar melakukan operasi pasar LPG subsidi, dan hari ini di empat titik sekaligus. Dia menambahkan, operasi pasar ini akan digelar sampai harga terkendali hingga eceran tertinggi atau harga normal pemerintah yakni Rp 16.500 per tabung.

Pihaknya juga akan mencermati informasi-informasi di sosial media jika terdapat masyarakat mengeluhkan susahnya mendapatkan tabung LPG subsidi. “Kami juga berharap kesadaran para pelaku usaha atau industri menengah hingga besar, seperti rumah makan, laundry dan warkop agar beralih untuk menggunakan tabung LPG nonsubsidi,” ujarnya.

Sementara itu, Jumat (24/7) Satpol PP dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak beserta Hiswana Migas yang tergabung dalam Tim penertiban LPG bersubsidi berhasil menyita LPG tabung tiga kilogram di sejumlah tempat usaha. (ars)

loading...