Gelar Pasukan Persiapan Pencegahan Karhutla

PEMERIKSAAN PASUKAN: Wakapolres Kapuas Hulu Alber Manurung melakukan pemeriksaan pasukan saat memimpin apel pasukan dalam rangka Operasi Bina Karina Kapuas 2019, di halaman Mapolres, kemarin. ISTIMEWA

Ajak Semua Tokoh Ikut Berpesan

PUTUSSIBAU – Para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan instansi terkait, diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Harapan tersebut disampaikan Wakapolres Kapuas Hulu Kompol Alber Manurung, saat memimpin apel pasukan dalam rangka Operasi Bina Karina Kapuas 2019, kemarin (24/7) di halaman Mapolres.

“Peran mereka diharapkan dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak, termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” pesan Wakapolres.

Dalam apel yang digelar Polres Kapuas Hulu tersebut, Wakapolres mengingatkan bahwa Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun, dan lahan, dengan kondisi geografis yang luas. Kondisi ini, menurutnya, menjadikan sebuah potensi bagi oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk membuka lahan dengan cara membakar. “Hal inilah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat,” kata dia.

Dalam penanggulangan karhutla, menurutnya, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya, sebut dia, upaya preemtif seperti pemetaan hotspot, deteksi dini, melakukan imbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi lain, memberdayakan peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta kades/lurah sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, kemudian memberdayakan peran tomas dan mendorong pemda melakukan upaya sesuai tupoksinya.

Sementara upaya preventif antara lain, dimisalkan dia, dengan melakukan patroli bersama, patroli udara, mendatangi TKP, dan melakukan pemadaman bersama stakeholders lainnya, serta mengajak masyarakat dan perusahaan guna mengantisipasi kebakaran. Kemudian, dia menambahkan, upaya penegakan hukum dengan mendatangi TKP, melakukan kegiatan lidik, sidik, saksi ahli, gelar perkara dan menyerahkan berkas, barang bukti, dan tersangka ke jaksa penuntut umum. “Perlu kesadaran dari semua pihak pengguna lahan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Larangan ini sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Perkebunan maupun Lingkungan Hidup,” tandasnya.
Para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan instansi terkait, diharapkan dia mampu memberikan kontribusi positif dalam mencegah dan menemukan solusi karhutla di Kalimantan Barat. Peran mereka diharapkan dia dapat menampung kepentingan dan kebutuhan semua pihak, termasuk kebutuhan para petani ladang yang membuka lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Berdayakan petugas patroli desa untuk cegah karhutla dan giat patroli dititikberatkan pada titik hotspot,” pesan dia. Kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas 2019, dia berpesan agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab, serta dapat bekerja sama dengan komponen lainnya. (arf)

Read Previous

Hotspot Sanggau Tinggi, Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 Dimulai

Read Next

Terapkan UKS Setiap Hari di Sekolah

Tinggalkan Balasan

Most Popular