Gelar Seminar dan Pelatihan Menulis Karya Tulis Ilmiah, IKIP PGRI Pontianak Berkolaborasi dengan Dinas Kabupaten Ketapang

Sebanyak 25 guru berpartisipasi mengikuti pelatihan menulis karya tulis ilmiah (KTI) penelitian tindakan kelas.

Kegiatan diprakarsai oleh IKIP PGRI Pontianak yang menggandeng dinas pendidikan kabupaten Ketapang, dilaksanakan selama tiga hari di aula dinas pendidikan kabupaten Ketapang tatap muka, Senin, (28/9/2020) dan dua bulan secara daring (online).

Pelatihan ini dilaksanakan untuk membekali para guru sekolah dasar/menengah profesional menulis karya ilmiah untuk pengembangan profesionalisme.

Pelatihan dilaksanakan dengan mengundang empat narasumber dari IKIP PGRI Pontianak yaitu Dedi Irwan., Ph. D., Yudi Darma., M.Pd, Wandra Irvandi., S. Pd, M.Sc., dan Muhammad Iqbal Ripo putra., M. Pd.

Pelatihan dapat terwujud atas dukungan dari kepala dinas pendidikan kabupaten Ketapang Drs. H. Jahilin., M.Pd. Beliau mengatakan bahwa secara konseptual, KTI merupakan suatu keniscayaan bagi guru sebagai tenaga profesi.

Guru harus menulis KTI sebagai bagian esensial dari pengembangan profesinya. Kepala bidang pembinaan dan ketenagaan Drs. Sunaryo., M.Si menambahkan mengingat kondisi yang terjadi saat ini, diperlukan berbagai upaya untuk membantu guru keluar dari masalah kesulitan memperoleh kredit dari karya tulis ilmiah.

Untuk hal itu diperlukan penataran dan lokakarya dalam upaya mengembangkan kemampuan membuat karya tulis. Dijelaskanya, kegiatan yang dipandang paling memungkinkan dan hubungan dengan pembuatan karya tulis, serta dapat meningkatkan profesi dan kompetensinya dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan meningkatkan kinerja dalam melakukan proses pembelajaran yaitu melalui penelitian tindakan kelas (PTK).

Ketua Panitia Pelaksana Roro Anik Sumarni., M.Pd menyampaikan kegiatan dilaksanakan dalam rangka publikasi ilmiah. Ini merujuk pada permenpan No 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

Pada bab VII rincian kegiatan dan unsur yang dinilai pasal 13 menyatakan bahwa guru melaksanakan publikasi ilmiah.

“Demikian pula dilihat dari persyaratan yang harus dipenuhi yaitu APIK (asli, perlu, ilmiah dan konsisten), dalam banyak hal tidak dapat dipenuhi dan bahkan hanya dipandang sebagai persyaratan semata dan mengabaikan ketentuan tersebut,” tuturnya.

Sambutan Hangat

Penjelasan materi pelatihan karya tulis ilmiah mendapat sambutan yang antusias dari para guru. Salah guru mengaku senang mendapatkan pengetahuan tambahan yang berguna dalam peningkatan kreativitas pengembangan profesi.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami para guru. Kami berharap kegiatan ini dapat belanjut lebih lama, sehingga karya tulis menulis menjadi kebutuhan yang berkelanjutan,” kata salah satu peserta.

Dia berharap kegiatan kerjasama antara dinas pendidikan kabupaten Ketapang dan IKIP PGRI Pontianak bisa dilaksanakan jangka panjang demi meningkatnya angka kredit para guru mendatang.

“Kami berharap kegiatan seperti ini perlu diselenggarakan secara bergelombang agar para guru yang belum mendapatkan pelatihan dapat dilaksanakan dalam kurun waktu dekat ini,” ujarnya.**

error: Content is protected !!