Gelar World Rabies Day di Perbatasan Negeri

Kepala Dinas Pangan peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, M Munsif

PONTIANAK – Dalam rangka ikut memeriahkan World Rabies Day (WRD) yang tiap 28 September setiap tahun warga dunia memperingatinya, Pemerintah Provinsi Kalbar dengan wadah Tim Koordinasi (TIKOR) Pengendalain Rabies Provinsi Kalbar akan menggelar Kegiatan ‘Pencanangan Gerakan Vaksinasi Rabies Massal (VARMAS) se Kalimantan Barat 2019’ yang dipusatkan di di Area Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Kegiatan yang diusung Pemprov Kalbar bekerjasama dengan Pemkab Sanggau tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalbar akan berlangsung selama dua hari mulai 24 sd 25 September 2019.

Muhammad Munsif, selaku Kepala Dinas Pangan peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar yang dalam susunan Tikor berkedudukan sebagai Wakil Ketua I menjelaskan bahwa, Kegiatan Pencanangan Gerakan Vaksinasi Rabies Massal tersebut dimaksudkan untuk mengekpresikan komitmen dan tekad bersama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota se Kalimantan Barat serta Pemerintah Negeri Serawak-Malaysia dalam aksi bersama upaya penanggulangan dan pembebasan wilayah Kalimantan Barat dan Negeri Serawak-Malaysia yang bertetangga.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai lewat perhelatan yang memilih di area perbatasan Entikong tersebut. “Kami ingin membangun kesadaran, kepedulian, kemampuan dan kesiapsiagaan segenap lapisan masyarakat terhadap ancaman wabah rabies yang saat ini telah menjadi salah satu jenis ancaman Pandemi Global yang menakutkan oleh karena penyebarannya sangat cepat dan serangannya berujung kematian,” ungkap dia, Senin (23/9).

Selain itu, lanjut dia, adalah untuk menandai komando dilaksanakannya Gerakan Vaksinasi Rabies Massal, sabagai salah satu strategi pencegahan dan pengendalian oleh Tim Pengendalian Rabies Provinsi dan seluruh Kab/Kota bersama Pemerintah Negeri Serawak di Seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Barat dan Serawak-Malaysia dengan sasaran prioritas di wilayah desa/kecamatan tertular dan terancam Rabies.

“Kami juga ingin membangun sabuk kekebalan pada populasi HPR di wilayah target vaksinasi untuk mencegah semakin meluasnya wabah Rabies ke wilayah yang masih bebas di sekitarnya, serta menyelamatkan, menjaga ketentraman dan melindungi masyarakat Kalimantan Barat dan Negeri Serawak dari teror yang disebabkan oleh penyakit Rabies,” kata dia.

Hal ini juga sebagai upaya untuk merealisasikan komitmen Pemprov Kalbar untuk melaksanakan vaksinasi HPR hingga radius 30 -50 KM di Wilayah Sepanjang Perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak sebagai tindak lanjut dari salah satu poin kesepakatan hasil Sidang ke 36 KK Sosek Malindo 2 Agutus 2019 di Yogjakarta.

“Bersamaan dengan acara pencanangan tersebut, selama dua harapkan dilakaukan vaksinasi rabies massal di delapan desa perbatasan, 4 desa di Entikong dan 4 Desa di Sekayam dengan target 1.300 ekor hewan,” pungkas dia.

loading...