Generasi Muda Sehat Cerdas

MEMBUKA: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson MKes membuka kegiatan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan usai sekolah dan remaja melalui pelaksanaan SN PKPR di Hotel Garuda Pontianak, Selasa-Jumat, 27-30 Agustus 2019.

Dinkes Kalbar Gelar Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja melalui SN PKPR

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson MKes menyampaikan, upaya meningkatkan capaian penjaringan kesehatan anak sekolah, sehingga terciptanya generasi sehat dan cerdas menjadi tanggung jawab bersama.

“Kalbar sudah memasuki bonus demografi, ini dapat kita manfaatkan sebaik mungkin,” ujar Harisson, dalam sambutan tertulisnya, saat membuka kegiatan peningkatan kaulitas pelayanan kesehatan usai sekolah dan remaja melalui SN PKPR di Hotel Garuda Pontianak, Selasa (27/8). Kegiatan berlangsung empat hari, 27-30 Agustus 2019.

Data penjaringan kesehatan anak sekolah yang masuk ke Dinkes Kalbar tahun ajaran 2017-2018 tercatat SD/MI 69,82 persen, SMP/MTs 81,79 persen, dan SMA/MA 70 persen. Sedangkan untuk tahun ajaran 2018-2019 tercatat SD/MI 70 persen, SMP/MTs 82 persen, dan SMA/MA 70 persen. “Ini masih jauh dari harapan SPM (standar pelayanan minimal) 100 persen,” katanya.

Kegiatan UKS (usaha kesehatan sekolah) di Kalbar sudah berjalan lama. Tetapi, hasil evaluasinya menunjukkan pencapaian beragam di kabupatan/kota se-Kalbar. Hasilnya tergantung pada tingkat kepedulian dan komitmen dari stokeholder, sebagai pengambil kebijakan. Penjaringan kesehatan dalam program UKS yang telah dilakukan, seperti pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan kesehatan, pelatihan kader kesehatan remaja, pelatihan dokter kecil, pemberian obat cacing, pemberian bantuan kaca mata, dan PMT AS.

“Perhatian Kementerian Kesehatan terhadap perkembangan dan permasalahan remaja cukup besar. Sejak 2003, Kemenkes mengembangkan program kesehatan remaja mengunaan pendekatan kesehatan peduli remaja (PKPR),” ujarnya.

Salah satu aspek dalam pendekatan PKPR adalah pemberdayaan remaja secara lansung dengan cara membina remaja menjadi kader kesehatan remaja / konselor sebaya. Kader kesehatan remaja tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kesehatan kepada teman sebaya, termasuk membantu teman mengenali masalah kesehatan dan melakukan rujukan petugas kesehatan, apabila menemukan masalah yang tidak dapat diatasi.

Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kalbar menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja yang terpadu, di dalamnya tergabung UKS, SN PKPR, dan penjaringan anak sekolah. “Ini sesuai dengan Nawacita bapak Presiden RI, terutama cita ke-2 membangun Indonesia dari Pinggiran dan cita ke-5 membangun Indonesia sehat dan pintar,” katanya.

Setidaknya ada enam tujuan dari kegiatan tersebut. (1) Mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang usia sekolah dan remaja, serta dapat memberikan tindaklanjutnya. (2) Mampu melakukan manajemen terpadu pelayanan kesehatan remaja. (3) Mampu melakukan KIE dan konseling pada usia sekolah dan remaja. (4) Mampu melakukan pencegahan masalah gizi pada usia sekolah dan remaja.
(5) Tersedianya data atau informasi untuk menilai perkembangan peserta didik dan remaja, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan sekolah dan remaja. (6) Termanfaatkannya data untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evakuasi program pembinaan peserta didik dan remaja.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kalbar, Agatha Rosanak MB SKepNS MM menambahkan, sasaran kegiatan adalah peserta dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar. Pengelola program kesehatan remaja tingkat kabupaten/kota (dokter, bidan, dan perawat) se-Kalbar. Pengelola program kesehatan remaja di puskesmas, pengelola program UKS di puskesmas, dan institusi pendidikan, yaitu Poltekkes, STIKES Muhammadiyah, dan STIKES Untan. (mde)

Read Previous

Razia Indekos, Pamong Praja Jaring 10 Pasangan

Read Next

Peradi Gelar Pendidikan Advokat

Tinggalkan Balasan

Most Popular