Gerakan Kepedulian Kemenag Pontianak, Salurkan 2,5 Ton Beras

PONTIANAK- Gerakan Kepedulian Kementerian Agama Pontianak menyalurkan bantuan pangan berupa 2,5 ton beras dan uang Rp 25 juta kepada masyarakat terdampak wabah Covid-19. Bantuan ini diserahkan kepada 250 penerima, dan masing-masing mendapatkan 10 kg beras dan uang sebesar Rp 100 ribu.
“Gerakan ini merupakan inisiatif teman-teman untuk membantu meringankan beban pemerintah daerah. Di mana saat wabah ini melanda, ada banyak masyarakat yang terdampak. Bahkan banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja,” ucap Syarifendi, Kepala Kantor Kemenag Pontianak.
Syarifendi mengatakan, distribusi bantuan dari Kemenag Kota Pontianak bekerja sama dengan Penyuluh Agama ini dilakukan secara bertahap di beberapa lokasi berbeda. Dimulai pada Rabu (22/4) di Posko MAN 2 Pontianak. Pihaknya masih membuka donasi bagi siapa saja yang ingin menyumbang.
“Kalau ada teman-teman lain yang mau berpartisipasi, akan kami salurkan lagi,” jelasnya.
Bantuan ini, lanjut dia diharapkan dapat bermanfaat bagi penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan beras di awal Ramadan. “Kami sengaja menyalurkannya sebelum Ramadan, berharap dapat digunakan untuk menyambut Ramadan ini,” jelasnya.
Ridwansyah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalbar mengapresiasi Kemenag di Kabupaten/kota dan Penyuluh Agama yang melakukan gerakan kepedulian ini. Menurut dia, ada banyak masyarakat yang merasakan dampak dari Covid-19. Terutama dampak ekonomi.
“Ini harus menjadi perhatian seluruh masyarakat. Harus ada kepedulian sosial. Oleh karena itu, kami dari jajaran kementerian Agama, terutama ASN memberikan kepedulian kepada saudara-saudara kita,” papar dia.
Memasuki Ramadan ini, pihaknya juga mendorong masyarakat dan pengelola zakat, maupun Baznas untuk menerima dan menyalurkan zakat dipercepat. Bila biasanya banyak disalurkan di akhir ramadan, dia meminta tahun ini dilaksanakan di awal Ramadan. Diharapkan zakat tersebut dapat dimanfaatkan penerima.
Jika tetap dilaksanakan di masjid, maka tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, sarung tangan, dan menghindari kerumunan massa. Hal ini upaya bersama dalam berusaha melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. “Saya mengimbau dalam pelaksanaan penerimaan dan penyaluran zakat ini dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jika selama ini dilakukan secara kontak langsung, mungkin saat ini bisa melalui rekening, atau melalui mekanisme penjemput zakat,”pungkasnya. (mrd)

error: Content is protected !!