Gerakan Pangan Murah Diminati Warga Pontianak

PANGAN MURAH : Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kantor Camat Pontianak Timur yang digelar oleh Dinas PPKH Kalbar melalui Pasar Mitra Tani, Senin (3/5). Dokumentasi Dinas PPKH

PONTIANAK – Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan (PPKH) Kalimantan Barat melalui Pasar Mitra Tani jelang lebaran menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik di Kota Pontianak. GPM yang menyediakan akses pangan dengan harga ekonomis tersebut disambut dengan warga dengan antusias.

“Hingga sesi keempat ini, semua yang disiapkan habis, diserap konsumen yang sangat antusias,” ungkap Kepala Dinas PPKH Kalbar, Muhammad Munsif, Senin (3/5).

Dalam satu sesi, pihaknya menyediakan beras sebanyak 2.500 Kilogram, gula 1.000 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur ayam 18.000 butir, daging beku 100 kilogram, daging ayam 100 kilogram, bawang merah 100 kilogram, serta bawang putih 100 kilogram. Pihaknya telah menggelar di beberapa tempat, seperti di Kantor Camat Pontianak Utara dan Kantor Camat Pontianak Barat. Sebelumnya gelar pasar murah untuk komoditas telur juga telah digelar di Pasar Flamboyan.

“Sesi ketiga sampai kelima sudah direncanakan. Plus ada sesi keenam yang rencananya digelar di Pontren Ad Dakwah Sungai Kakap,” katanya.

Di luar enam lokasi tersebut, lanjutnya, Pasar Mitra Tani atau TTIC yang berlokasi di Kantor Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, juga buka melayani publik setiap hari. Di toko tersebut menyediakan produk pangan pokok dengan harga yang mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“TTIC harga pastinya lebih murah dari harga pasar, sebab dijual dengan harga produsen atau distributor,” katanya.

Munsif menjelaskan, GPM sengaja digelar untuk menyediakan akses pangan dengan harga yang ekonomis atau lebih murah dari harga pasar dengan sebaran lokasi yang memudahkan penyelenggaraannya sehingga pengaruh terhadap koreksi harga pasar relatif kecil atau diabaikan. Menurutnya, GPM semacam ini bisa juga bertujuan untuk mengoreksi harga.

“Untuk tujuan koreksi harga, GPM idealnya harus dilakukan di kompleks pasar utama, misalnya Pasar Flamboyan, dan dilakukan secara berelanjutan atau berturut-turut setelah ada efeknya dimana harga kembali normal atau wajar GPM dapat dihentikan. Tetapi bisa lanjut lagi GPM manakala harga kembali merangkak naik hingga level yang berlebihan,” pungkas dia. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!