Gerakan Santri Menabung di Kalbar Diluncurkan

SANTRI MENABUNG : Gerakan Santri Menabung resmi diluncurkan di Pondok Pesantren Al Jihad, Jumat (19/3). Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalbar. SITI/PONTIANAK POST

*Bank Kalbar Syariah Bagikan 1000 Rekening Pelajar

PONTIANAK – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar meluncurkan gerakan santri menabung, Jumat (19/3). Peluncuran ini ditandai dengan pembukaan 1.000 (seribu) rekening Simpanan Pelajar (Simpel) Syariah oleh Bank Kalbar Syariah untuk 1.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Pontianak dan Kubu Raya. 

“Gerakan santri menabung dicanangkan sebagai inisiatif strategis TPAKD Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka meningkatkan angka inklusi keuangan. Hal tersebut sejalan dengan arah strategi nasional keuangan inklusif yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia dimana angka inklusi keuangan ditargetkan mencapai 90 persen pada tahun 2024,” ungkap Kepala OJK Provinsi Kalimantan Barat, Moch Riezky F Purnomo, saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut di Pondok Pesantren Al Jihad, Pontianak. 

Peluncuran ini, lanjut Riezky, juga merupakan kegiatan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar nomor 2061/EKON-A tanggal 24 Agustus 2020 tentang Program Satu Pelajar Satu Rekening. Menurutnya, SE dimaksud diterbitkan dalam rangka menindaklanjuti Keputusan Presiden nomor 26 tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung serta dalam upaya mewujudkan keuangan inklusif provinsi ini serta mendorong budaya menabung peserta didik sejak dini melalui kepemilikan rekening oleh seluruh pelajar (Satu Rekening Satu Pelajar) termasuk oleh para santri.

“Sinergi lintas sektor seperti kegiatan pada pagi hari ini sangat diperlukan guna mewujudkan target inklusi dan literasi keuangan sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia. OJK berharap ini adalah awal yang baik untuk terus bersinergi meningkatkan literasi maupun inklusi keuangan syariah di Kalimantan Barat serta mensukseskan program satu rekening satu pelajar di Kalimantan Barat,” kata dia. 

Berdasarkan data OJK Kalbar, data kepemilikan rekening pelajar di Kalbar pada tahun 2020 yakni 634.401 rekening dengan total nominal di rekening sebesar Rp137,62 miliar. Riezky menyebut, jumlah rekening tersebut hanya sebesar 46 persen dari jumlah pelajar di Kalimantan Barat. Selain itu jumlah sekolah yang telah berpartisipasi sebanyak 987 sekolah yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota dengan 13 bank mitra

Komisaris Utama Bank Kalbar, Didi Haryono, mengajak pelajar untuk memiliki tabungan sedini mungkin. Bank Kalbar menurutnya terus berupaya mensosialisasikan pentingnya budaya menabung khususnya bagi kalangan pelajar. 

“Manfaatkan Bank Kalbar ini untuk membangun Kalbar, melalui budaya menabung,” pesannya kepada para pelajar yang hadir.

Pihaknya mendukung penuh Gerakan Santri Menabung, sebab potensi nasabah santri cukup besar mengingat ada banyak pondok pesantren yang tersebar di provinsi ini. Dirinya juga berharap, ada lebih banyak pondok pesantren yang mendorong para santrinya memiliki rekening bank. Bank Kalbar menurutnya telah memiliki tabungan khusus pelajar, yang disebut dengan rekening Simpanan Pelajar atau Simpel.

Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Ridwansyah menyatakan saat ini ada sekitar 266 Pondok pesantren yang ada di Kalbar. Dengan jumlah ini, dirinya yakin dapat menggerakkan perekonomian, tak terkecuali di sektor keuangan. 

“Dengan adanya gerakan ini, santri sebagai generasi penerus bangsa, dapat menjadikan kegiatan menabung sebagai kegiatan yang mampu mengendalikan diri agar terhindar dari perilaku konsumtif,” katanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalbar, Syarif Kamaruzzaman, mewakili Gubernur Kalbar mengapresiasi gerakan ini sebagai langkah untuk meningkatkan pemahaman santri tentang manajemen keuangan. Dia juga berharap gerakan ini akan mendorong pengembangan ekonomi Syariah di provinsi ini. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!