Gigi Hitam pada Anak

KARIES: Contoh early childhood caries gigi pada anak. FOTO: INT

ANAK-anak rentan mengalami gigi rusak. Tidak sedikit orang tua yang dihadapkan pada masalah kerusakan gigi buah hatinya. Salah satunya adalah gigi yang menghitam. Banyak faktor yang menyebabkan itu terjadi. Apa saja, dan bagaimana cara mengatasinya?

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Menurut Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak, Trieska Annisa, gigi menghitam yang sering kali terlihat pada anak-anak adalah proses gigi berlubang atau karies.

Gigi menghitam ini tidak hanya terlihat di bagian depan saja. Namun, bisa terjadi di seluruh gigi, baik rahang atas maupun bawah. Gigi depan maupun belakang.

Perempuan yang akrab disapa Trieska ini menyatakan gigi hitam pada anak dikenal dengan early childhood caries. Sering juga disebut nursing bottle caries. Penyebutan berdasarkan faktor penyebabnya.

Berbicara tentang penyebab, dokter yang praktik di RS Anugerah Bunda Khatulistiwa Pontianak ini menuturkan kondisi ini dapat disebabkan oleh faktor makanan, bakteri, gigi itu sendiri dan waktu.

“Jadi, empat faktor itu akan berinteraksi sehingga mengakibatkan gigi berlubang,”  kata Trieska.

Menurut Trieska, makanan yang lengket dan memiliki kandungan gula tinggi diketahui lebih menempel pada gigi. Jika dibiarkan dan tidak segera dibersihkan, maka sisa-sisa makanan ini akan menempel dan membawa dampak buruk bagi kesehatan gigi.

Faktor bakteri, biasanya dipengaruhi oleh kebersihan mulut ibu atau pengasuh yang sering menyuapkan makan, dan berbagi alat makanan dengan anaknya. Tanpa disadari, biasanya ada bakteri yang ikut masuk ke dalam mulut anak.

“Jadi, nantinya komposisi bakteri itu ada yang tertulari (kepada anak),” ujar Trieska yang juga Ketua Divisi Riset Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalbar.

Ia menjelaskan, bakteri di rongga mulut itu ada yang baik, tetapi terdapat pula yang bisa menyebabkan suatu penyakit. Bila bakteri yang menyebabkan suatu penyakit lebih dominan, ditambah kebersihan mulut kurang baik, maka akan bekerja lebih ekstra melubangi gigi anak.

Dokter gigi spesialis gigi anak lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini menyampaikan bahwa sisa makanan pada gigi akan menjadi sumber kehidupan bakteri penyebab gigi berlubang. Bakteri akan menggunakan sisa makanan untuk bertahan hidup dan proses tersebut akan menghasilkan asam yang dapat menyebabkan struktur gigi menjadi rusak.

Berikutnya adalah faktor gigi. Menurut Trieska, gigi  setiap orang berbeda-beda. Ada yang sejak lahir benih giginya kuat. Ada pula yang sejak lahir sudah terdapat gangguan dari struktur giginya sehingga lebih rentan mengalami keropos atau berlubang. Terlebih jika tidak dijaga kebersihan dan kesehatannya.

Selain makanan, bakteri, dan gigi, faktor lainnya adalah waktu. Trieska menjelaskan, ketika ada sisa makanan menempel, digerogoti bakteri, dan gigi yang rentan keropos tidak dibersihkan, berinteraksi dalam satu waktu tentu akan memunculkan plak. Makin lama, plak ini kian besar dan dalam. Lama kelamaan dapat mencapai saraf gigi.

Trieska menuturkan anak yang kerap menyusu menggunakan dot juga berpotensi memiliki gigi hitam. Kebanyakan anak menyusu dengan dot hingga tertidur, sehingga sisa-sisa susu ini tidak sempat dibersihkan.

“Ketika seluruh faktor terpenuhi, tentu akan membuat gigi mudah menghitam dan berlubang,” tutur dokter yang juga praktik di RSIA Anugrah Kubu Raya.

Tidak dipungkiri terkadang ada orang tua yang membiarkan saja gigi anaknya menghitam. Toh, baru gigi susu, nanti juga akan terganti dengan gigi tetap.

Namun, Trieska mengingatkan sebenarnya orang tua tidak bisa memiliki anggapan demikian. Menurutnya, ketika melihat gejala awal, yakni adanya bercak putih, warna gigi anak sudah berubah menjadi cokelat, ada struktur kasar, atau sudah tampak warna hitam, bisa segera dibawa ke dokter untuk diperiksa.**

error: Content is protected !!