Giliran Musta’an Ditahan Jaksa

DITAHAN: Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menggiring tersangka Musta’an F Harlan menuju mobil tahanan kejaksaan, Rabu (6/11). Dia menyusul Abang Tambul Husin yang telah ditahan terlebih dahulu dalam kasus yang sama. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Sehari Pasca Penahanan Mantan Bupati Kapuas Hulu

PONTIANAK – Setelah menahan mantan Bupati Kapuas Hulu Abang Tambul Husin dalam perkara dugaan korupsi pembebasan lahan pembangunan komplek perkantoran Pemda Kapuas Hulu, di Desa Pala Pulau, Kecamatan Putussibau Utara, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat kembali menahan tersangka lainnya. Yakni, Musta’an F Harlan, mantan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (6/11), pukul 14.30 WIB.

Dengan mengenakan kemeja lengan pendek berwarna cokelat, tersangka Musta’an digiring penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menuju mobil tahanan kejaksaan.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Sunarwan mengatakan, sebelum dilakukan penahanan, tersangka Musta’an menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

“Hari ini (kemarin) penahanan terhadap tersangka Musta’an F Harlan. Kasusnya sama dengan tersangka Abang Tambul Husin yang sudah ditahan Senin kemarin,” katanya saat ditemui sejumlah wartawan.

Dikatakan Sunarwan, setelah dilakukan pemeriksaan, dan dikarenakan beberapa alasan serta pertimbangan, maka pihak penyidik memutuskan untuk menahan tersangka. “Ada berbagai pertimbangan, salah satunya untuk mempermudah proses penyidikan,” katanya.

Sementara itu Dodi Satrio mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya pembelaan terhadap kliennya. Menurutnya, ada persoalan yang mesti diketahui. Dimana kliennya tersebut ditunjuk sebagai anggota Tim Sembilan saat menjabat sebagai kepala dinas.

Namun demikian, kata Dodi, selama masuk di dalam Tim Sembilan itu, kliennya tidak banyak terlibat. Jarang mengikuti rapat-rapat. Apalagi soal memutuskan lokasi lahan itu. Disinggung mengenai rencana pengajuan penangguhan, Dodi mengatakan, saat ini belum ada rencana. “Untuk sementara ini belum ada. Beliau pasrah saja,” katanya saat dihubungi Pontianak Post, kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Pontianak Post, sebelumnya penyidik telah melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap Musta’an F Harlan pada Senin (4/11), bersamaan dengan tersangka Abang Tambul Husin. Namun, tersangka mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Musta’an FHarlan dan Abang Tambul Husin ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat Nomor: 01/O.1/F.d/08/2019. Musta’an F Harlan merupakan mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu yang menjabat sejak 2001 – 2009, sekaligus menjadi anggota panitia pengadaan tanah perumahan dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tahun 2006. Sedangkan Abang Tambul Husin berperan sebagai Ketua Panitia Tim Sembilan.

Dengan dijebloskannya dua tersangka perkara pengadaan tanah perumahan dinas Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu itu, berarti ada delapan dari Tim Sembilan yang telah dijebloskan ke penjara. Diantaranya, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kapuas Hulu H.Wan Mansor Andi Mulia, mantan Camat Putussibau Utara M.Mauluddin, mantan Kepala Kantor Pertanahan Kapuas Hulu Muhammad Arifin, mantan Kepala Desa Pala Pulau Antonius Husin, mantan Asisten I Setda Kapuas Hulu Raden Amas Sungkalang dan kontraktor pelaksana Daniel alias Ateng.

Sebelumnya, Kejati Kalbar telah menahan mantan Bupati Kapuas Hulu Abang Tambul Husin, Senin (4/11). Penahanan dilakukan setelah penyidik Kejaksaan Tinggi Kalbar melakukan pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka.

Dengan mengenakan baju kotak-kotak dipadu dengan celana kain, Tambul Husin datang didampingi penasihat hukumnya, Tobias Ranggi. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, termasuk pemeriksaan kesehatan, mantan orang nomor satu di Kabupaten Kapuas Hulu itu dibawa ke rumah tahanan (rutan) Kelas IIA Pontianak menggunakan mobil tahanan Kejati Kalimantan Barat. (arf)

 

 

Read Previous

Sosialisasi Penurunan Stunting Jangkau Desa Nanga Serawai

Read Next

Nadiem: Sekolah Roboh Tanggung Jawab Pemda