Gol Aubameyang Bawa Arsenal ke Final Piala FA

Cetak Gol : Penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang (tengah) mencetak gol keduanya ke gawang Manchester City dalam laga semifinal Piala FA tanpa penonton di tengah pandemi COVID-19 di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (18/7/2020) waktu setempat, Minggu dini hari (wib). (ANTARA/REUTERS/POOL/Justin Tallis)

LONDON,-Pierre-Emerick Aubameyang mengemas dua gol untuk membawa Arsenal menuju final Piala FA setelah melewati Manchester City dengan kemenangan 2-0 dalam laga semifinal tanpa penonton karena pandemi COVID-19 di Stadion Wembley, London, Sabtu waktu setempat (Minggu WIB).

Dengan demikian, Arsenal akan menanti pemenang semifinal lain antara Manchester United kontra Chelsea Senin dini hari tadi (20/7), di Stadion Wembley, pukul 0.00 WIB, demikian catatan laman resmi FA. Jika musim ini tim besutan Mikel Arteta bisa kembali berjaya di final, maka mereka akan kian memantapkan diri sebagai pemenang terbanyak Piala FA, yang sudah 13 kali mereka juarai.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyayangkan penampilan babak pertama ketika timnya dikalahkan Arsenal 0-2 dalam semifinal Piala FA di Wembley, yang memastikan mereka gagal mempertahankan gelar juara kompetisi itu.Kekalahan itu menyudahi catatan gemilang City yang tak pernah kalah di kompetisi piala domestik dalam dua setengah tahun terakhir dan hal itu menurut Guardiola tidak lepas dari buruknya penampilan di babak pertama.

“Terkadang itu terjadi. Kami punya rentetan hasil positif, tapi dalam sepak bola Anda memang bisa kalah. Yang membuat saya sedih adalah cara kami kalah,” kata Guardiola dalam komentar pascalaga dilansir laman resmi City.

“Kami tidak tampil bagus, tidak cukup siap. Jika anda tak tampil optimal selama 90 menit dalam semifinal, kekalahan semacam ini bisa terjadi,” ujarnya menambahkan. Guardiola menilai timnya tampil lebih baik pada babak kedua, tapi ketertinggalan satu gol yang terjadi di paruh pertama justru digandakan oleh Arsenal pada 45 menit selanjutnya.

“Satu-satunya penyesalan adalah kami main di babak pertama tidak sebagus di babak kedua. Kami harus mengubah strategi tetapi itu tidak cukup. Situasinya adalah kami kesulitan di babak pertama, itulah mengapa kami kalah. Jika di babak pertama kami tampil sebagus di babak kedua, mungkin hasilnya berbeda. Tetapi bukan itu yang terjadi,” pungkas pelatih asal Spanyol itu.

Kekalahan itu membuat City yang sudah menjuarai Piala Liga Inggris kini hanya berpeluang menambah gelar di Liga Champions, tentunya dengan tugas melewati hadangan Real Madrid, bangsawan Eropa yang punya catatan 13 kali jawara.

Menghadapi juara bertahan, Arsenal memasuki laga dengan berada di bawah tekanan dan tembakan David Silva hampir membuat mereka tertinggal jika saja Kieran Tierney tak pasang badan untuk menghalau bola.

Lantas pada menit ke-10, City hampir unggul ketika Riyad Mahrez melakukan tandukan tajam menyambut umpan silang, tapi kali ini Granit Xhaka berada di posisi yang tepat untuk mencegah bola melewati garis gawang.

Arsenal perlahan keluar dari tekanan dan empat menit kemudian Alexandre Lacazette berhasil menyarangkan bola ke gawang City setelah mengecoh kiper Ederson Moraes, tetapi gol itu dianulir usai wasit Jonathan Moss berkonsultasi dengan VAR dan memutuskan penyerang Prancis itu terlebih dulu terjebak offside.

Pada menit ke-19, tidak ada VAR yang menyelamatkan City ketika Nicolas Pepe mengirim umpan silang terukur yang diselesaikan sempurna oleh Aubameyang untuk membawa Arsenal memimpin.

Gol itu melecut semangat juang para pemain Arsenal yang terus menekan City dan seharusnya bisa menambah keunggulan jika saja Ederson tak sigap memotong umpan silang Pepe dan menepis sundulan Shkodran Mustafi.

Keunggulan Arsenal bertahan hingga turun minum dan tim besutan Pep Guardiola memasuki babak kedua dengan ambisi mengejar ketertinggalan tetapi peluang bagus dari tembakan Mahrez berhasil dihentikan oleh kiper Damian Martinez.

Kegagalan-kegagalan itu harus dibayar mahal oleh City, yang gawangnya kebobolan lagi pada menit ke-71 ketika Aubameyang tetap tenang usai menyambut umpan kiriman Tierney sebelum memperdaya Ederson dan membawa Arsenal unggul 2-0.

Kemenangan atas City seolah ulangan atas skenario yang terjadi pada 2017, ketika Arsenal melewati The Citizens di semifinal sebelum menjuarai Piala FA dengan mengalahkan Chelsea di final.

error: Content is protected !!