Golkar Fokus Covid-19, Pilkada Ikuti Pemerintah

PONTIANAK—Nama-nama yang diberikan surat tugas dari Partai Golongan Karya Kalimantan Barat kepada Bakal Calon Kepala Daerah (Bacalonkada) untuk 5 kabupaten dari 7 daerah di Kalbar belum berubah. Meskipun Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada 2020 yang dimungkinkan digelar pada bulan Desember tahun 2020 keluar, ternyata tidak mengubah situasi politik di internal. Hanya memang sekali lagi Golkar bakalan melakukan survei ulang kembali.

Prabasa Anantatur, Sekretaris DPD I Partai Golkar Kalimantan Barat menyampaikan bahwa pertama-tama dengan keputusan dan situasi Covid-19 seperti sekarang, tidak ada perubahan. Hanya memang komunikasi internal yang perlu dan terus ditingkatkan.

”Kepada bacalonkada atau pendukung partai yang sudah dikomunikasikan sebelumnya. Dari 7 kabupatan, bahwa 5 surat tugas yang sudah dikeluarkan dari DPP tak berubah. Data nama-nama bacalonkada belum berubah meski Perppu nomor 2 sudah dikeluarkan,” ucapnya

Adapun surat tugas tersebut diantaranya diberikan kepada Bacalonkada di Kabupaten Kapuas Hulu yakni Agus Mulyana, kader Golkar untuk membangun komunikasi dengan Haji Baiduri. Sementara di Melawi surat tugas disampaikan kepada Wakil Ketua DPRD, sekaligus kader partai pohon beringin.

Hanyah memang untuk Kabupaten Bengkayang, surat tugas disampaikan kepada Syamsurizal kader Golkar sebagai Bacalonkada posisi Wabup berpasangan dengan Darwis dari PDIP. Khusus Kabupaten Ketapang, belum ada perubahan nama tetap diberikan kepada Martin Rantan (Petahana). Di Kabupaten Sintang sendiri surat tugas masih dipercayakan kepada kader sendiri sekaligus anggota DPRD Sintang.

”Yang belum ditetapkan memang hanya Sekadau dan Sambas,” ucapnya.

Mantan Wakil Bupati Sambas ini menanambahkan kepada kader partai yang sudah diberikan surat tugas partai sudah harus siap dan terus berjalan membangun komunikasi. Kepada Bacalonkada yang sering turun ke lapangan, partai Golkar memberikan apresiasi. “Namun yang jarang turun, bisa saja ke depan bakalan ada evaluasi,” tukas dia.

Walaupun demikian dalam waktu dekat, Partai Golkar akan melakukan survei ulang kembali, melihat situasi dan kondisi pasca Covid-19 di Kalbar. Komitmen masyarakat mendukung bacalonkada yang disorong Partai Golkar harus diketahui seperti apa.

”Kita perlu tahu bagaimana elektabilitas dan popularitas bacalonkada yang kita berikan surat tugas. Ini penting. Makanya survei ulang adalah ukurannya,” jelas Prabasa.(den)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!