Gubernur Carikan Investor Durian

KONTES DURIAN : Salah seorang juri sedang memberikan penilaian terhadap durian yang diikutkan dalam Kontes Durian di Festival Durian Bumi Khatulistiwa, Sabtu (24/8) yang lalu. SITI/PONTIANAK POST

Perlu Gandeng Pengusaha Besar

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, berkomitmen untuk mengembangkan komoditas durian Kalimantan Barat, dengan membangun industrinya. Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya akan mencarikan investor. Ribuan haktare pun dikabarkan sudah disipakan untuk membangun industri komoditas tersebut.

“Durian ini sudah seharusnya dikelola dengan skala industri. Karena itu perlu adanya investor. Apapun yang menjadi kewenangan provinsi, akan kami permudah agar ini dapat terwujud,” ungkap Sutarmidji.
Sebagai langkah awalnya, lanjut dia, pihaknya sudah mencarikan ribuan hektare lahan yang akan dimanfaatkan bagi pengembangan durian. Salah satunya lokasi yang dibidik, adalah, Desa Ketemenggungan Tae, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau. Namun tentu saja, dikatakan dia, akan ada kajian mendalam terkait kondisi tanah, serta kelayakannya untuk ditanami durian. “Akan kita teliti kandungan mineralnya, jenis apa yang bisa dikembangkan. Kita jangan terlalu banyak varietas yang ditanam, cukup sedikit saja namun unggulan,” tutur dia.

Ke depan, pihaknya bersama stakeholder terkait, akan melakukan pendataan dan pemetaan daerah-daerah yang cocok untuk ditanami durian unggul. Data ini menurutnya akan diperlihatkan kepada calon investor, dengan harapan mereka akan tertarik untuk berinvestasi. “Misalnya, durian jenis ini produktivitasnya per pohon berapa, kalau dikelola secara industri berapa nanti hasilnya. Data-data ini bagi investor sangat penting,” kata dia.

Kemudian yang tidak kalah penting, tambah dia, adalah akses pasar. Menurutnya, durian yang diproduksi di provinsi ini tidak akan mampu terserap seluruhnya secara lokal, sehingga harus dikirim ke luar daerah, bahkan luar negeri. Ia berharap dengan beroperasinya pelabuhan Internasional Kijing, akan mempermudah pemasaran komoditas tersebut. “Kalau sudah skala industri, saya pikir kita hanya perlu lewat pelabuhan saja. Lewat kapal juga bisa ke Singapore dan itu dekat sekali,” pungkas dia.

Pakar buah durian, Karim Aristides, menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha besar dalam pengembangan komoditas durian. Baginya, tanpa peran para pengusaha besar yang mendukung dari sisi keuangan maupun akses pasar, maka komoditas ini sulit berkembang.

Pihaknya mendorong pemerintah daerah Kalbar, untuk membangun industri durian dengan menggandeng pengusaha-pengusaha besar. “Karena kita perlu dana besar, maka perlu keterlibatan pengusaha besar,” kata dia.

Apalagi menurut Karim, Kalimantan Barat punya potensi besar dalam pengembangan durian, yang didukung kondisi alam yang baik. “Balai Karangan adalah plasma nutfah zibethinus durian terbaik di dunia,” kata dia.

Ketua Yayasan Durian Nusantara (YDN), Mohamad Reza Tirtawinata, menambahkan, durian unggul dari Kalbar, agar segera diidentifikasi induk tunggalnya untuk didaftarkan, kemudian diperbanyak, dan ditanam di daerah asalnya. Ia mengatakan, jika ingin memperbanyak benih dari populasi, dibutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 tahun, serta memakan biaya yang sangat besar.

“Kita harus menanam benih dari kecil itu butuh 4-5 tahun dan biayanya besar. Karena petani harus menyiramnya pada musim kemarau, harus dipupuk, dijaga dari hama. Perawatannya membutuhkan banyak waktu dan biaya,” jelasnya.

Menurutnya, penanaman durian harus memanfaatkan teknologi, supaya hasilnya maksimal. Tentu saja dalam hal ini, diperlukan tim yang mendampingi para petani. “Harus ada tim yang mendampingi petani, minimal satu sampai tiga bulan sekali dipantau, difoto, lalu dilaporkan,” tutur dia. (sti)

Read Previous

Kloter 11 Pulang Sehat dan Selamat

Read Next

Gubernur Kalbar Menyambut Kepulangan Jamaah Haji

Tinggalkan Balasan

Most Popular