Gunawan Pasien Kanker Usus; Lubang Buatan di Perut akan Ditutup, Gunawan Terkendala Biaya

BANTUAN: Gunawan dengan kondisi lubang buatan di perut. Saat ini membutuhkan bantuan operasi penutupan kembali.

Gunawan saat ini sedang terbaring lemah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Pria 46 tahun ini sedang menunggu operasi penutupan lubang di sekitar perut. Saat ini membutuhkan bantuan para donatur untuk kebutuhan berobat.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

BEBERAPA tahun lalu, Gunawan merasakan keluhan di sekitar perutnya. Dari yang sekadar sakit perut biasa, hingga rasa sakit yang tak tertahankan. Saat dibawa ke rumah sakit di Singkawang, warga Dusun Simpang RT 17 Rw 08 Kartiasa, Sambas ini didiagnosis mengalami kanker usus.

Akibat sakit yang diderita, Gunawan kesulitan buang air besar. Kondisi ini memaksa ia harus menjalani operasi kolostomi, yakni  operasi lubang buatan di sekitar perut, untuk mengeluarkan feses atau kotorannya.

Pascaoperasi kolostomi, kondisi Gunawan masih belum stabil karena kanker usus masih belum ditangani. Kanker usus yang diderita semakin menyerangnya. Bahkan sudah mencapai stadium empat.

Pihak rumah sakit Soedarso merujuk  warga Teluk Keramat ini ke RSCM. Sekitar satu tahun yang lalu, Gunawan kemudian menjalani proses pengobatan kankernya. Mulai dari operasi, hingga kemoterapi. Kondisi ini juga sudah memakan biaya yang cukup besar, terutama untuk akomodasi,dan transportasi berbulan-bulan di Jakarta.

Kini persoalan lain dihadapi Gunawan. Ia kembali membutuhkan dana yang besar untuk proses pengobatan penutupan kembali lubang usus buatan. Penghasilannya tidak mencukupi untuk membayar biaya pengobatan. Sementara dalam kondisi ini, Gunawan tidak mampu bekerja lebih berat. Sedangkan pihak keluarga berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Saat berangkat ke Jakarta beberapa hari lalu, Gunawan pergi seorang diri. Bukan tak ada yang menemani, tetapi keterbatasan biaya keluarga. “Kemarin pergi sendiri. Kasihan sebenarnya. Tetapi dari pihak keluarga memang tidak punya biaya untuk ongkos berangkat,” kata Dani Wildan Hamdani, kerabat Gunawan.

Dani mengatakan, pihak keluarga pun berharap bantuan dari para donatur. Tidak hanya untuk biaya akomodasi dan kebutuuhan obat-obatan di luar tanggungan BPJS Kesehatan, tetapi juga biaya untuk pulang ke kampung halaman. “Tentunya kami dari pihak keluarga memohon bantuan masyarakat, terutama untuk biaya sehari-harinya,” ungkap dia.

Pontianak Post, melalui program Dompet Simpatik akan menggalang dana untuk membantu biaya keperluan berobat Gunawan. Penggalangan mulai dilakukan pada Desember 2019. (*)

 

Read Previous

BPJS Serahkan Klaim Kematian Petani Peserta; Urus Klaim, Hanya Butuh Tiga Hari

Read Next

Parit Hilang, Selamat Datang Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *