Guru, Orang Tua dan Peserta Didik Saat Pembelajaran di Masa Pandemi

Dhesy Widoharyati

Oleh: Dhesy Widoharyati

YANG kita alami dalam setahun ini adalah situasi dan kondisi di mana keadaan negara mengalami pandemi yang disebabkan oleh virus corona (Covid-19). Tidak hanya berdampak pada bidang perekonomian negara saja khususnya Indonesia, tetapi seluruh bidang pendidikan juga ikut terhambat. Yang menjadi perhatian kita adalah di mana saat ini kita tidak boleh melakukan pertemuan, menjauhi kerumunan, serta harus menjaga jarak. Bahkan di dunia pendidikan tidak boleh melakukan tatap muka dengan peserta didik. Situasi ini membuat para guru, orang tua dan peserta didik merasa kewalahan.

Bagaimana caranya menyampaikan materi dengan tidak bertemu dengan peserta didik? Bagaimana dengan penilaian dan sebagainya? Pemerintah memberikan solusi untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), di mana pembelajaran dilakukan secara daring dan luring dengan menggunakan gawai. Bagaimana dengan daerah-daerah yang tidak memiliki listrik ataupun sinyal internet? Ataupun mereka dalam kondisi keuangan tidak mencukupi untuk mempunyai gawai dan membeli kuota internet? Sangat sulit bukan?

Sebagai contoh, di tempat di mana saya mengajar di Pontianak Barat, terdapat beberapa kendala yang dialami saat melakukan pembelajaran daring ini. Khususnya untuk para orang tua dan peserta didik. Di sini, beberapa orang tua kesulitan dalam menggunakan sistem daring atau PJJ. Dikarenakan tidak memiliki gawai bahkan tidak mampu untuk membeli kuota. Serta kendala dalam membagi gawai yang digunakan untuk tiga orang anak yang berbeda jenjang secara bergantian. Banyak orang tua yang mengeluh dengan masalah ini, dan juga ada orang tua yang rela berhutang demi membeli gawai yang dapat mengakses pembelajaran.

Dalam masalah ini, di sini guru harus memiliki kemampuan untuk tanggap dalam masalah yang dihadapi orang tua. Biasanya guru memberikan pesan kepada orang tua peserta didik untuk mengambil tugas di sekolah, yang biasa disebut kurir. Dalam hal seperti ini, guru menjelaskan apa yang harus orang tua sampaikan kepada siswa. Guru menyampaikan materi dengan singkat kepada orang tua peserta didik agar orang tua peserta didik itu menyampaikan tugas dan materi yang akan dikerjakan oleh siswa tersebut. Dan diberi waktu seminggu. Karena minggu depan tugas yang dikerjakan berbeda lagi sesuai dengan pembelajaran.

Dalam mengambil  dan mengantarkan tugas, waktu harus ditentukan agar tidak terjadi perkumpulan orang tua di sekolah. Bukan hal yang mudah untuk orang tua, menyerap materi yang diberikan oleh guru dan harus disampaikan kepada anaknya di rumah. Mungkin juga jarak rumah mereka agak jauh dari sekolah, dan juga ada orang tua yang waktu subuh sudah turun untuk bekerja.

Guru juga mengalami kendala jika akan memberikan materi kepada siswa yang berupa video pembelajaran. Di mana siswa di rumah harus mempunyai kuota yang banyak untuk membuka video pembelajaran teraebut. Beberapa siswa yang mengeluh karena keterbatasan mereka dalam mengakses video dan kuota yang digunakan. Sedangkan bantuan kuota dari pemerintah belumlah merata terbagi kepada semua siswa.

Sebagian sekolah telah banyak menggunakan Google Classroom, namun bagi kami, tidak bisa menggunakan aplikasi tersebut. Karena ada juga siswa yang gawainya tidak dapat mengakses aplikasi tersebut.

Juga dalam penilaian, selama ini guru tidak langsung bertatap muka dengan peserta didik. Bagaimana dengan penilaian sikap yang harus diamati? Bagaimana pula dengan tugas-tugas yang telah diberikan? Apakah benar mereka mengerti dan mengerjakan mandiri? Atau tidak sedikit orang tua yang membantu mengerjakan tugas anaknya dikarenakan anaknya lebih asyik bermain.

Banyak peserta didik yang juga mengeluh dengan pembelajaran daring ini, mereka banyak yang tidak mengerti dengan beberapa pembelajaran terutama pada pelajaran Matematika yang memang sangat sulit dimengerti jika  tidak dijelaskan secara langsung. Peserta didik juga selalu bertanya kapan kami akan masuk sekolah, mereka rindu dengan sekolah dan teman-temannya di sekolah.

Sangat sulit bagi kita dalam menghadapi situasi seperti ini. Dalam segala bidang kita diharuskan melakukannya dengan cara daring, mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Begitu juga dalam sistem pembelajaran.

Dengan ini saya sangat berterima kasih khususnya kepada orang tua peserta didik yang pada masa pandemi Covid-19 ini, telah turut serta  membantu para guru dalam memberikan pemahaman dan pembelajaran jarak jauh di rumah, yang seharusnya kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan di sekolah bersama para guru.

Kami juga mengharapkan agar para orang tua yang turut serta membantu para guru memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada anaknya (peserta didik) di rumah pada masa pandemi ini untuk terus bersemangat dan tidak patah semangat demi tetap memberikan pelajaran bagi anak-anak kita.

Semoga pandemi ini segera berlalu dan wabah virus corona dapat teratasi di negara kita, khususnya di kota Pontianak ini. Agar kita bisa melakukan semua aktivitas dengan normal kembali. Dapat melakukan kegiatan belajar dan mengajar dengan tatap muka yang menyenangkan.**

*Penulis, Guru SDN 50 Pontianak Barat.

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!