Guru Visioner Dalam Kurikulum 2013

Sukarna Putra, SE

Oleh: Sukarna Putra, SE. *

Visi merupakan suatu gambaran mengenai masa depan yang diinginkan bersama. Dengan kata lain, visi merupakan daya pandang jauh kedepan, mendalam, dan luas yang merupakan daya pikir abstrak yang memiliki kekuatan amat dahsyat dan dapat menerobos segala batas–batas fisik, waktu, dan tempat.

Gerak dimensi waktu tersebut tergantung daya imajinasi manusia, didasari alas an dan melalui argumen yang rasional. Ini member gambaran bahwa visi adalah suatu pernyataan tentang gambaran keadaan dan karakteristik yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pada jauh di masa yang akan datang.

Banyak interprestasi yang dapat keluar dari pernyataan keadaan ideal yang ingin dicapai. Pernyataan tersebut harus selalu berlaku pada semua kemungkinan perubahan yang terjadi, sehingga suatu visi hendaknya bersifat fleksibel. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang hendaknya dipenuhi oleh suatu pernyataan visi yakni berorientasi pada masa depan, tidak dibuat berdasarkan kondisi atau tren masa kini.

Kemudian, mengekspresikan kreativitas, berdasarkan pada prinsip nilai yang mengandung penghargaan bagi masyarakat, memperhatikan sejarah, kultur, dan nilai organisasi meskipun ada perubahan terduga, memiliki standar tinggi, ideal serta harapan bagi anggota lembaga, memberikan klarifikasi bagi manfaat lembaga serta tujuan–tujuannya dan beberapa hal lainnya (baca Lewis dan Smith, 1994).

Ini mensyaratkan pentingnya visi dalam menata masa depan dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Pepatah Cina mengatakan bahwa segala yang tampak hebat sekarang ini, pernah terlihat sebagai sesuatu yang mustahil karena ada yang memikirkannya.

Visi masa depan yang lahir dewasa ini bersifat terbuka dan melihat pada potensi–potensi yang mungkin terjadi tanpa mempunyai kepastian mengenai hasil–hasilnya. Masa depan adalah masa kini yang sedang diarahkan oleh setiap pendidik atau guru yang diperjelaskan dan akan diwujudkannya sebagai bentuk pertenggungjawaban atas program pembelajaran yang telah didesain berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Ini dilakukan setidak–tidaknya visi masa depan yang akan dikembangkan menjadi referensi pengontrol kekuatan–kekuatan sebagai benchmark untuk menentukan posisi guru yang bervisi dalam melaksanakan kurikulum berwawasan global yang telah menjadi program nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dituangkan dalam Implementasi Kurikulum 2013.

Berkaitan dengan itu, visi Kurikulum baru dalam menghadapi arus globalisasi ini akan memberikan wawasan global (Global Mindset) dengan memberikan arah kepada peserta didik untuk berhasil, menyediakan standar belajar tertinggi, pendidikan yang menyediakan standar belajar tertinggi, pendidikan yang menciptakan kesejajaran, persaingan global dan kerjasama yang dapat dijadikan dasar bertindak bagi kita sebagai guru visioner yang tidak dibatasi oleh kemungkinan investigasi secara ilmiah, tetapi juga merangsang citra kejiwaan, fantasi, intuisi, keberanian memperjelas sasaran dan memperkuat keyakinan akan kemampuan untuk mencapai tujuan.

Penjelasannya bahwa guru visioner memiliki kristalisasi dan inti sari dari kemampuan (competency), kebolehan (ability), dan kebiasaan (self afficacy) dalam melihat, menganalisa dan membuat penafsiran yang didalamnya mengandung inti sari dari arah dan tujuan, misi, norma, dan nilai yang merupakan suatu kesatuan yang utuh.

Lebih spesifik lagi untuk memberikan pemahaman tentang guru visioner, secara etimologis kata visioner berasal dari kata vision yang berarti kemampuan atau daya lihat, impian atau bayangan tentang masa depan  (Echoles, 1993). Jadi, guru visioner merupakan guru yang kerangka berpikirnya berorientasi pada pencapaian jauh kedepan. Guru visioner selalu berpikir dengan gagasan dan karya besar yang tidak hanya sebuah khayalan semata, tetapi impian yang digerakan oleh spirit untuk mengubah suatu keadaan dan mengarahkan segala usahanya untuk mencapai tujuan.

Artinya, setiap orang pada dasarnya mempunyai impian, baik disadari ataupun tidak disadari merupakan kompas yang menggerakkan dan mengarahkan kaki untuk melangkah. Sebagai ilustrasi, siapa yang tidak kenal Albert Eistein, tokoh jenius yang telah menciptakan teori relativisme umum dan relativisme khusus yang membuatnya meraih nobel di bidang fisika.

Konsep pemikirannya tentang energi telah terbukti dengan fenomena bom atom yang mempunyai daya ledak energ yang luar biasa. Namun, siapa sangka bahwa Einstein sendiri mengaku bahwa rumus penemuan fisikanya yang amat terkenal dengan E=Mc² justru bermula dari lamunan dan khayalannya saat membayangkan naik cahaya bintang untuk sebuah perjalanan panjang.

Hal tersebut tentu member kesadaran betapa pentingnya visi dalam diri seseorang guru untuk menjadikan dirinya visioner, apalagi dalam menghadapi kurikulum 2013 dalam kondisi Covid–19 serba darurat dan terbatas dalam pelaksanaannya. Guru visioner diharapkan mampu melihat hasil apa yang diinginkannya di masa mendatang dari praktik pembelajaran yang dilakukan hari ini dan sanggup melihat potensi peserta didik, dan merancang pembelajaran yang tepat agar potensi peserta didik bisa terbuka dan mewujudkannya di masa yang akan datang.

Melalui kesiapan dirinya dalam mengolah visi untuk sanggup melihat kekurangan pada dirinya, kelemahan dalam proses pembelajaran, perubahan iklim pendidikan yang dihadapi, dan bagaimana menyadari pentingnya pembelajaran yang berorientasi pada perubahan di masa mendatang.

*)penulis adalah guru di SMPN 1 Tayan Hilir.

error: Content is protected !!