Hakim Melunak? Pembawa 107 Kg Sabu Lolos Hukuman Mati

Kejaksaan Negeri Bengkayang  berencana mengajukan banding atas putusan majelis hakim dalam perkara kurir narkoba 107 kilogram sabu dan 114 ribu pil ekstasi. Dalam persidangan yang digelar Senin (28/10) di Pengadilan Negeri Bengkayang, majelis hakim menjatuhkan pidana seumur hidup terhadap kedua terdakwa Hendri alias Muhamad Idris dan Ignasius Petrus Loli.

Vonis tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada persidangan sebelumnya.

“Kami akan melakukan upaya banding atas putusan majelis hakim. Namun, untuk saat ini kami masih pikir-pikir sembari koordinasi dengan pimpinan,” ujar Ardi Prasetyo, Kasi Penkum Kejari Bengkayang saat dihubungi Pontianak Post, Selasa (29/10).

Menurutnya, majelis hakim tentu memiliki pertimbangan-pertimbangan kenapa tidak mengabulkan tuntutan JPU sebelumnya.

“Kenapa majelis hakim tidak memvonis mati, tentu ada pertimbangannya. Yang jelas, setelah putusan dibacakan, kami masih ada waktu tujuh hari untuk menyatakan sikap, menerima atau banding,” lanjutnya.

Sidang putusan yang dipimpin Hakim Ketua Brelly Yuniar Dien Wardi Haskori, dengan anggotanya Hakim Hendri Irawan dan Hakim Doni Silalahi itu menjatuhkan pidana seumur hidup. Kedua terdakwa dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU RI No.35 Tahun 1999 tentang Narkotika.

Menurut majelis hakim, putusan yang dijatuhkan sudah sesuai dengan fakta-fakta yang didengarkan di ruang persidangan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga menguatkan hal tersebut. “Jadi sudah sepantasnya terdakwa dihukum seumur hidup,” jelas Brelly.

Sebelumnya, pada sidang yang digelar Senin (23/9) lalu, JPU menyampaikan tuntutan hukuman mati untuk dua terdakwa kasus narkotika jenis sabu dan ekstasi ini. JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 UU RI No.35 Tahun 1999 tentang Narkotika.

Berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi-saksi, alat bukti surat dan alat bukti yang diperlihatkan di persidangan, JPU berkeyakinan bahwa terdakwa patut dihukum mati. Kedua terdakwa dinilai bersalah melakukan tindak pidana perbuatan jahat mengedarkan narkotika jenis sabu sebanyak 107 Kg dan ekstasi 114 ribu.

JPU menganggap tidak ada alasan pemaaf bagi kedua terdakwa. Tuntutan hukuman mati dinilai sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Hal yang sangat memberatkan kedua terdakwa adalah tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkoba, meresahkan masyarakat, dan semakin memperluas peredaran narkotika di wilayah Provinsi Kalimantan Barat. (arf)

 

Read Previous

Puluhan Masyarakat Desa Beginjan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Reproduksi

Read Next

Pemerintah Resmi Buka Seleksi CPNS, Paling Banyak Posisi Guru