Hanya Boleh Satu Tabung

OPERASI PASAR: Situasi pelaksanaan operasi pasar gas tiga kilogram di Sungai Pinyuh pada Rabu, 29 Juli 2020. ISTIMEWA

Operasi Pasar Gas 3 Kilogram Berjalan Tertib

MEMPAWAH – Pelaksanaan operasi pasar elpiji subsidi tabung tiga kilogram hari pertama di Kabupaten Mempawah berjalan tertib dan lancar, Rabu (29/7). Ada enam kecamatan yang melaksanakan operasi pasar elpiji tabung melon itu. Ditiap lokasi, antrean masyarakat untuk mendapatkan elpiji 3 kg mengular.

Di Kecamatan Sungai Pinyuh, operasi pasar elpiji 3 kg dipusatkan di Halaman Biro Pontianak Post di Jalan Pasar Seliung. Sejak pagi hari, ratusan masyarakat menenteng tabung operasi pasar elpiji 3 kg dan mengikuti antrean. Masyarakat dengan sabar menunggu kedatangan mobil pengangkut elpiji 3 kg.

“Hari ini (kemarin), operasi pasar digelar di 6 kecamatan yakni Jongkat, Segedong, Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sunagi Kunyit. Dilanjutkan besok (hari ini) di Sungai Pinyuh, Mempawah Hilir, Mempawah Timur dan Sungai Kunyit. Serta Sabtu, di Anjongan, Toho dan Sadaniang,” terang Kasi Metrologi, Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindagnaker Kabupaten Mempawah, Hendri Kurniawan.

Hendri menyebut pelaksanaan operasi pasar elpiji 3 kg berjalan tertib, aman dan lancar. Meski demikian, dia mengakui adanya keterlambatan pelaksanaan operasi pasar elpiji dari dari jadwal yang telah ditetapkan.

“Untuk besok (hari ini), kami koordinasi dengan agen agar datang ke depo pengisian elpiji lebih awal. Untuk kegiatan operasi pasar elpiji akan menjadi skala prioritas. Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina maupun Depo,” tegasnya.

Hendri mengingatkan masyarakat agar memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Yakni, membawa fotokopi KTP, uang pas, protap kesehatan dan setelah mendapatkan gas harus ditandai dengan tinta.

“Syarat ini diterapkan supaya tidak ada masyarakat yang berulang kali mengikuti antrean dan mendapatkan elpiji 3 kg dalam pelaksanaan operasi pasar elpiji ini. Satu orang hanya boleh satu tabung,” katanya.

Sementara itu, Camat Sungai Pinyuh, Daeng Dicky Armeina menyambut baik pelaksanaan operasi pasar elpiji 3 kg dilingkungan masyarakatnya. Dia menilai, pelaksanaan operasi pasar elpiji sebagai respon cepat Pemerintah Kabupaten Mempawah terhadap permasalahan kelangkaan elpiji 3 kg di masyarakat.

“Artinya Pemerintah Kabupaten Mempawah sangat cepat bergerak menindaklanjuti permasalahan gas 3 kg. Melalui koordinasi yang baik dengan Pertamina, hingga bisa dilaksanakan operasi pasar elpiji di seluruh wilayah,” tuturnya.

Camat mengungkapkan, di Kecamatan Sungai Pinyuh, operasi pasar elpiji 3 kg akan berlangsung selama dua hari dengan total kuota 1.120 tabung. Hari pertama di di halaman Biro Pontianak Post dan hari kedua di Kantor Camat Sungai Pinyuh.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap LPG 3 kg untuk keperluan rumah tangganya,” harapnya.

Ditanya evaluasi, Camat menilai penetapan lokasi operasi pasar elpiji 3 kg harus memperhatikan keamanan lingkungan. Terutama mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Untuk kegiatan operasi pasar elpiji hari kedua, kami mengimbau masyarakat agar tetap membeli sesuai kebutuhan rumah tangga. Kami perhitungkan kuota sebanyak 560 tabung itu sangat mencukupi kebutuhan masyarakat,” pendapatnya.

Terkait antisipasi kelangkaan gas 3 kg, Daeng Dicky menilai harusnya tidak perlu terjadi. Asalkan, pangkalan gas 3 kg mentaati dan patuh terhadap aturan pendistribusian gas 3 kg sesuai keperuntukannya.

“Artinya, gas 3 kg ini diperuntukan bagi rumah tangga miskin sesuai kriteria yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.

Namun, sambung dia, praktik dilapangan masih ada oknum pangkalan nakal yang mencari keuntungan lebih dengan menjual gas 3 kg kepada pihak lain. Padahal, harusnya tiap pangkalan memprioritaskan kebutuhan masyarakat miskin di lingkungannya.

“Kami akan lakukan koordinasi dengan Disperindagnaker untuk mendapatkan data pangkalan dan kuota gas 3 kg di Kecamatan Sungai Pinyuh. Nanti akan kita lakukan penertiban HET ditiap pangkalan. Jika ada yang melanggar, akan kita berikan sanksi,” katanya.(wah)

loading...