Hanya Satu Murid Baru di SDN 12 Mempawah Timur

Oleh : Wahyu Ismir Jarthakusuma

Populasi Siswa Menurun Akibat Program KB

MEMPAWAH– Cahyo (sapaan,red), siswa kelas I SDN 12 Mempawah Timur tampak semangat dan penuh konsentrasi mendengarkan penjelasan dari gurunya. Sebaliknya, ibu guru pun terlihat memperhatikan muridnya itu dengan seksama agar dapat memberikan pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran yang sampaikan.

Selama proses belajar mengajar, tidak ada suasana gaduh, suara pekik, teriakan bahkan senda gurau para siswa diruang kelas I SDN 12 Mempawah Timur itu. Cahyo hanya terdiam dan sesekali menganggukan kepala menandakan dirinya memahami materi pelajaran yang disampaikan guru.

Memang suasana lengang dan sepi di ruang kelas I SDN 12 Mempawah Timur bukan disebabkan siswanya yang pendiam atau tertib saat kegiatan belajar mengajar. Melainkan, kelas itu hanya dihuni satu orang siswa bernama Cahyo. Siswa berambut cepak itu duduk seorang diri tanpa ada rekan lainnya. Suasana belajar pun tak ubahnya kelas private bagi Cahyo.

SDN 12 Mempawah Timur terletak di Dusun Tekam, Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Sekolah yang memiliki 8 bangunan gedung itu, memang sepi peminat. Pada Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun pelajaran 2019/2020 lalu, Cahyo merupakan satu-satunya murid baru di sekolah itu.

Kepada Pontianak Post, Kepala SDN 12 Mempawah Timur, Siswoyo, S.Pd membenarkan minimnya anak yang mendaftar di sekolah itu. Menurut Siswoyo ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

“Jumlah masyarakat yang bermukim di Dusun Tekam dan sekitarnya hanya 68 kepala keluarga (kk), kemudian usia produktif masyarakat sangat kecil. Serta, realisasi program Keluarga Berencana (KB) di daerah ini cukup berhasil. Sehingga setiap keluarga hanya memiliki 1-3 orang anak saja,” sebutnya.

Akibatnya, tambah Siswoyo, populasi anak usia sekolah di Dusun Tekam terbilang minim. Tak heran jika setiap tahun pelajaran baru, SDN 12 Mempawah Timur hanya menerima tak lebih dari 6 siswa baru.

“Tahun 2016 lalu, kita mendapatkan 2 siswa baru dan 1 siswa pindahan. Kemudian, tahun 2018 ada 6 siswa baru. Setiap tahun tidak sama konsisten jumlah siswa yang mendaftar. Saat ini, total siswa dari kelas 1 hingga 6 sebanyak 23 orang saja,” paparnya.

Siswoyo menerangkan, siswa yang mendaftar di sekolah yang dipimpinnya itu bukan hanya dari lingkungan masyarakat Dusun Telayar saja. Melainkan juga dari daerah sekitar seperti Dusun Moton, Desa Antibar. Namun, beberapa tahun terakhir ini telah didirikan lembaga pendidikan madrasah. Setidaknya ada 3 madrasah baru di wilayah itu.

“Bahkan ada 1 madrasah yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari sekolah ini. Sebagian besar, orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke madrasah dibandingkan ke SDN 12 Mempawah Timur,” lirihnya.

Meski demikian, Siswoyo memastikan pihaknya tetap melaksanakan fungsi dan tanggungjawab selaku pendidik. Dia beserta 5 pendidik lainnya tetap mentransferkan ilmu dengan maksimal kepada siswa. Aktivitas belajar mengajar berlangsung selama 5 hari dalam sepekan.

“Berapa pun jumlah siswa, kita tetap melaksanakan tugas pembelajaran dengan maksimal. Justru dengan jumlah siswa yang sedikit, kami lebih fokus mentransferkan ilmu,” pendapat Siswoyo yang juga merangkap sebagai guru mata pelajaran agama itu.

Namun, Siswoyo menambahkan, permasalahan yang dihadapi sekolah itu bukan hanya terletak pada minimnya siswa. Melainkan juga kondisi fasilitas pendidikan yang sangat memprihatinkan. Dari 8 gedung, hanya 5 bangunan yang kondisinya terbilang masih dapat difungsikan.

“Tiga bangunan yang rusak parah yakni ruang belajar, kantor dan toilet. Kerusakannya sudah mencapai 95%. Saat ini, masih ada 5 lokal yang kami gunakan untuk belajar. Walau pun kondisinya juga tidak terlalu baik,” tuturnya.

Terkait kondisi bangunan yang rusak, dia mengaku sudah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan melalui data dapodik sekolah. Data tersebut tidak hanya ditujukan ke kabupaten, melainkan sampai ke tingkat pusat. Namun, sampai saat ini bantuan pembangunan tak kunjung terealisasi.

“Terakhir kali kami mendapatkan bantuan pembangunan pada tahun 2012. Yakni bangunan perpustakaan sekolah. Dan sampai sekarang, kami menunggu kebijakan dari Dinas Pendidikan.

Sementara petunjuk dari Korwil, kelas yang sudah rusak dikosongkan dan gunakan kelas yang masih bisa difungsikan. Nanti setiap kelas akan kami sekat menjadi dua ruangan,” sebutnya.

Ditempat terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mempawah, Drs. Sawardi mengatakan, pihaknya memiliki wacana melakukan regrouping untuk mengatasi permasalahan di SDN 12 Mempawah Timur. Namun, menurut Sawardi, kebijakan regrouping harus melalui proses dan mekanisme yang berlaku.

“Kita harus membicarkaan lebih dulu dengan pihak sekolah, komite dan orang tua siswa. Diharapkan dengan kebijakan regrouping, guru bisa saling mengisi kekurangan di sekolah lain. Tetapi disisi lain, kita juga mempertimbangkan untuk posisi kepala sekolah dan lainnya,” terang Sawardi.

Sawardi mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab minimnya minat orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya di SDN 12 Mempawah Timur. Dia memprediksikan bisa saja disebabkan sistem zonasi atau faktor lainnya. Pihaknya belum mendapatkan masukan dan penjelasan dari kepsek bersangkutan.

“Kalau disebabkan persaingan sekolah, maka kita harus evaluasi terhadap pelayanan pendidikan yang dilakukan. Apa yang harus kita tingkatkan agar masyarakat lebih mempercayakan anak-anak ke SDN 12 Mempawah Timur. Atau memang keinginan masyarakat yang ingin anaknya mendapatkan pendidikan agama yang porsinya lebih besar di madrasah,” terka Sawardi.

Menyangkut infrastruktur pendidikan yang memprihatinkan, Sawardi memastikan SDN 12 Mempawah Timur telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan. Baik melalui dana APBD maupun APBN pada pos DAK Pendidikan. Semua usulan itu disampaikan secara bertahap.

“Usulan ini harus didukung dari dapodik sekolah. Setiap tahun pasti kami usulkan bantuan. Namun, disetujui atau tidak kita belum mengetahuinya. Nanti akan kami cek lebih dulu penyaluran bantuan pendidikan di wilayah Kecamatan Mempawah Timur,” janjinya.(*)

Read Previous

Penghormatan Terakhir untuk BJ Habibie

Read Next

Wali Kota Ajak Pemuda Kembangkan Kreativitas Berbasis Digital

Tinggalkan Balasan

Most Popular