Harapkan Sinergitas PGRI-Pemkab

FOTO BERSAMA: Plh Bupati Sintang, Yosepha Hasnah, Ketua Pengurus PGRI Kalbar, Samion, serta jajaran Pemkab Sintang dan Pengurus PGRI Kabupaten Sintang melakukan sesi foto bersama usai pembukaan Konkercab di Gedung PGRI Sintang, Kamis (14/10).FOTO ISTIMEWA

SINTANG-Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sintang menggelar kegiatan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) ke-1 di Gedung PGRI Sintang, Kamis (14/10). Ajakan untuk bersinergi dalam pembangunan daerah dan menuntaskan pandemi disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang.

Ketua Pengurus PGRI Kalimantan Barat, Semion menyampaikan bahwa semua pihak harus berupaya menjadikan PGRI bermanfaat bagi semua orang pula. Sebagaimana yang telah dicetuskan oleh para pendirinya saat PGRI lahir 100 hari setelah kemerdekaan Indonesia. “Saya berharap seluruh pengurus mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, sampai ke kecamatan agar mampu menjaga nama dan martabat PGRI yang sebagai anak kandung pemerintah daerah,” katanya.

Samion pun mengatakan bahwa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, PGRI pun telah bekerjasama dengan institusi lainnya. Satu di antaranya dengan Polri, dalam rangka menjaga asas praduga tak bersalah.

“PGRI dan Polri telah bekerja sama dalam asas praduga tidak bersalah. Karena kita memiliki hak untuk menyuarakan pendapat masing-masing, termasuk mengawal kompetensi,” ujarnya.

Dia juga berharap agar pemerintah bisa mempertimbangkan para guru kontrak agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Terutama yang sudah puluhan tahun mengabdi mencerdaskan generasi penerus bangsa.

“Sebab guru adalah pendidik tunas-tunas bangsa ini. Kasihan jika yang sudah ada tidak di angkat menjadi PNS. Jika ikut tes CPNS pun kemungkinan besar akan kalah dari sekian banyak peserta yang baru lulus kuliah,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Bupati Sintang, Yosepha Hasnah yang turut hadir dalam Konkerkab itu menyinggung bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sintang Tahun 2021-2026. Berdasarkan visi dan misi pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD tersebut terdapat 6 indikator kinerja daerah untuk kurun waktu 5 tahun ke depan. Yaitu indikator cerdas, indikator sehat, indikator rukun, indikator sejahtera, indikator lestari, serta indikator tata kelola pemerintah yang baik. “Dari enam indikator kinerja daerah, maka indikator cerdas merupakan indikator yang terkait secara langsung dengan pembangunan dunia pendidikan di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa di amsa pandemi Covid-19 ini telah dilakukan refocusing atau pemangkasan dan realokasi anggaran. Terutama yang bersumber dari dana alokasi umum untuk diprioritaskan pada kegiatan penanganan dampak pandemi Covid-19. Baik untuk penanganan kesehatan, jaringan pengamanan sosial maupun pemulihan dampak ekonomi.

“Kebijakan refocusing dan realokasi anggaran sangat berpengaruh terhadap seluruh aspek program dan kegiatan yang telah disusun. Khususnya di bidang pendidikan dan bidang lainnya. Namun langkah ini memang harus kita lakukan sebagai upaya kita semua untuk dapat segera keluar dari pandemi Covid-19 serta dapat bangkit kembali untuk melaksanakan pembangunan daerah,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Yosepha Hasnah mengajak keluarga besar PGRI Sintang bekerjasama untuk terus mengatasi tantangan pembangunan di bidang pendidikan di Kabupaten Sintang. “Saya berharap konferensi ini dapat dijadikan momentum yang tepat untuk mengevaluasi kinerja PGRI yang telah ditempuh selama ini. Serta berusaha melangkah ke depan untuk melakukan kajian-kajian inovatif, aktual dan kontekstual termasuk membahas isu-isu sentral yang berkembang saat ini,” harapnya.

Ikut hadir dalam Konkerkab Pengurus (PGRI) Kabupaten Sintang tahun 2021 tersebut Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Sintang, Usman Adi, jajaran Pemkab Sintang, pengurus serta anggota PGRI Kabupaten Sintang. (ris)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!