Harga Cabai di Pasar Landak Meroket , Capai Rp 11.000 Per Ons

HARGA CABAI NAIK: Seorang pedagang melayani pembeli di Pasar Rakyat Landak, beberapa waktu lalu. Naiknya harga membuat cabai merah sepi pembeli. MIFTAH/PONTIANAKPOST  

NGABANG – Harga cabai merah di Pasar Rakyat Landak, Ngabang melonjak dalam satu bulan terakhir. Harga cabai merah kini dapat mencapai Rp 90 ribu per kilogram. Naiknya harga cabai, menurut Fira salah seorang pedagang di Pasar Rakyat Landak sudah terjadi sejak Tahun Baru Imlek, Januari lalu. Bahkan harga terus naik sejak memasuki Februari.

“Sudah naik dari Imlek karena stok cabai dari Pontianak kurang. Mungkin itu yang buat harganya naik,” kata Fira, Jumat (28/2).

Alhasil, dari harga modal Rp 90 ribu per kilogram, cabai merah eceran mencapai Rp 11 ribu per onsnya. Harga tersebut menurutnya lebih tinggi dari menjelang natal 2019 lalu. Harga cabai sebelumnya sempat naik mencapai Rp 85 ribu per kilogran, dan harga eceran mencapai Rp 10 ribu per ons.

Tak hanya cabai merah, cabai kering pun mengalami kenaikan dari Rp 420 ribu per karung, menjadi Rp 640 ribu per karung.

Selain cabai, komoditas lain yang mengalami kenaikan di antaranya bawang putih menjadi Rp 50 ribu/kg. Harga eceran bawang putih mencapai Rp 7 ribu per ons. Sementara bawang merah Rp 40 ribu/kg, dan Rp 6 ribu per ons. “Untuk harga bawang ini naik 2 kali lipat harganya dibandingkan sebelum naik Januari lalu,” terangnya.

Selain itu, harga wortel juga naik dari Rp 17.000/kg menjadi Rp 23.000/kg atau Rp 3.000/ons. Sementara gula pasir naik dari Rp 14.000/kg menjadi Rp 15.000/kg. Dan minyak goreng curah naik dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 15.000/kg.

Naiknya harga sejumlah komoditas tersebut dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga. Andin, warga Dusun Pulau Bendu, Desa Hilir Tengah, menuturkan harga sembako melejit sementara uang belanja belum ada kenaikan.

Ia mengaku, mesti menahan hasratnya yang gemar makanan pedas. Ia pun berharap dalam beberapa bulan ke depan harga dapat kembali normal. “Karena harga cabe merah mahal maka saya harus berhemat apalagi uang belanja tidak ada kenaikan. Makanya takaran penggunaan cabai merah pada masakan saya kurangi bang,” tuturnya. (mif)