Harga Jual Ikan Mersot,  Pembeli pun Tidak Ada 

PENAMPUNGAN IKAN : Lokasi penampungan ikan di Desa Betok Jaya,  Kecamatan Kepulauan Karimata,  Kabupaten Kayong Utara terlihat sepi tidak seperti biasanya selama masa pandemi Covid 19. Foto Istimewa.  ISTIMEWA

Masa pademi virus korona (Covid-19) berdampak pada semua pihak. Salah satunya dirasakan nelayan di Desa Betok Jaya, Kecamatan Kepulauan Kariamata, Kabupaten Kayong Utara mengeluh harga jual ikan merosot tajam hingga sepinya pembeli.

DANANG PRASETYO / Kepulauan Karimata

DIMASA pandemi saat ini walau akan masuk pada tatanan baru atau new normal sejumlah pihak berharap keadaan dapat kembali normal. Namun untuk dapat mewujudkan itu memerlukan perjuangan bersama guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Salah satu nelayan Alihi menuturkan, sejak awal adanya wabah virus korona penghasilannya menurun drastis. Sebab, sambung dia, untuk harga jual ikan yang biasanya dibanderol seharga Rp 135 ribu, kini tinggal Rp 30 ribu perkilogramnya.

Menurut dia, hal ini turut dirasakan sejumlah nelayan lainnya yang ada di Kayong Utara. Belum lagi, selain turunnya harga jual, juga kesulitan dalam pemasarannya.

“Sebelum korona harga ikan kerapu sunuk 135.000 per kilogramnya. Sekarang turun tinggal 30 ribu per kilogramnya. Terus harga ikan ekor kuning sebelum covid yang besar Rp 30 ribu dan yang kecil Rp 20 ribu per kilogramnya, sekarang yang besar Rp 18 ribu dan yang kecil Rp 10 ribu per kilogramnya,” terangnya kepada Pontianak Post, Senin (1/6) via ponsel.

Biasanya sambung dia,  untuk nelayan dalam penjulan ikan hasil tangkapan untuk kapal dengan ukuran sedikit besar dijual ke Ketapang atau Sukadana. Namun bila ukuran kapal kecil akan dijual ke penampung yang ada. Sayangnya, hingga saat ini, penampung- sejak pandemi Covid 19-masih tutup dengan alasan harga ikan mengalami penurunan.

“Kalau perahu agak besar dikit ikannya dibawak ke Ketapang atau Sukadana (Kayong Utara.Red). Tapi kalau perahunye kecil, ikan dijual sama orang yang bukan sengaja mau beli ikan. Karena untuk sekarang ndak ada lagi yang mau beli. Belum lagi tempat yang biasa beli ikan sekarang masih tutup karena harga ikan murah,” ungkapnya.

Dikatakan dia, biasanya yang membeli ikan berasal dari Belitung. Namun untuk saat ini harga jual ikan di Belitung masih murah sehingga penjualan ikan terhenti.“Kalau disini bisanya yang beli dari Belitung.  Sekarang mereka tidak mau membeli ikan karena harganya masih murah,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Kayong Utara Citra Duani mengaku, masa pandemi ini menyempatkan diri berkunjung ke daerah kepulauan agar dapat mengetahui kondisi nelayan-nelayan dalam kondisi pandemi virus korona (Covid 19), yang pastinya ikut terdampak. “Kunjungan ke pulau agar dapat mengetahui keluhan masyarakat disana. Sebab Kayong Utara ini terdiri dari daratan dan kepulauan,”jelas Citra Duani, belum lama ini.

Bupati menjelaskan, dalam kondisi seperti ini (pandemi Covid 19) para nelayan tentunya tidak banyak mendapatkan hasil tangkapan. Adapun hasil tangkapan namun kurang pembeli. Bahkan, kata Citra, mengenai Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi masalah. “Adapun hasil tangkapnya pembelinya pun kurang,” tutupnya. (*)

loading...