Harga Rumah Bersubsidi Bisa Lebih Murah

HUNIAN BARU: Kabupaten Kubu Raya masih memiliki banyak lahan potensial untuk pengembangan perumahan, baik rumah bersubsidi maupun tipe lainnya. DEFRI SHANDO-DOK/PONTIANAK POST  

PONTIANAK – Tahun ini harga rumah bersubsidi mengalami kenaikan menyusul diterbitkannya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No 353/KPTS/M 2019 Tentang Batasan Harga Rumah Sejahtera Tapak yang Diperoleh Melalui Kredit/pembiayaan Rumah Bersubsidi, pada bulan Juni lalu.  Untuk wilayah Kalimantan, harga rumah bersubsidi pada tahun 2020 sebesar Rp164,5 juta, atau naik Rp11,5 juta dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, harga yang ditetapkan berdasarkan beleid tersebut merupakan harga maksimal, sehingga harga jualnya bisa lebih rendah.

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Barat, Khairiana mengatakan, meski mengalami kenaikan, namun dalam realisasinya nanti, boleh jadi harganya akan jauh lebih murah dari yang telah ditetapkan. “Harga yang ditetapkan itu adalah harga maksimal, sehingga harganya bisa lebih murah,” ungkap dia, belum lama ini.

Harga rumah bersubsidi tersebut, menurutnya akan disesuaikan dengan kualitas bangunan yang dibangun oleh pengembang. Dalam hal ini, menurutnya masing-masing perbankan punya penilaian tersendiri soal kelayakan harga rumah bersubsidi tersebut. Perbankan, dikatakan dia, punya tim penilaian, yang akan menghitung harga yang pantas. “Kalau pengembang tentu inginnnya harga yang maksimal, tetapi nanti tergantung penilaian dari perbankan,” kata dia.

Meski mengalami kenaikan harga, tetapi Khairiana yakin bila penjualan rumah bersubsidi di Kalimantan Barat masih cukup bagus. Permintannya masih cukup banyak, mengingat di tahun sebelumnya, masih ada konsumen yang mencari hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu. Hanya saja di tahun lalu, kuota sudah habis.

Kabupaten Kubu Raya, dinilainya masih menjadi destinasi bagi pengembang untuk membangun perumahan bersubsidi. Selain masih terdapat lahan yang memadai, kabupaten tersebut juga merupakan penyanggah Kota Pontianak sebagai Ibukota Kalimantan Barat. Sehingga tidak heran bila permintaan di wilayah itu masih cukup banyak. “Sama dengan tahun lalu, tahun ini diperkirakan akan Kubu Raya masih menjadi yang paling besar jumlah rumah bersubsidinya,” beber dia.

Dia pun berharap penjualan rumah bersubsidi bisa lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Perekonomian nasional dan regional diharapkannya juga turut mendorong penjualan rumah bersubsidi di provinsi ini. Terhadap pemerintah, pihaknya juga berharap dapat memberikan lebih banyak kemudahan dalam hal persyaratan pengurusan rumah bersubsidi ini. (sti)

loading...