Harga Sawit Naik Lagi

ILUSTRASI

PONTIANAK—Tren kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) terus berlanjut. Awal tahun ini, harga TBS bahkan tembus Rp2.100 per kilogram, tertinggi sejak beberapa tahun terakhir.

“Saat ini harga TBS mencapai Rp2.190an per kilogram, memang menjadi yang paling tinggi untuk saat ini jika dibandingkan dengan harga beberapa tahun terakhir,” ungkap Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalbar, Indra Rustandi.

Besarnya harga tersebut, sedikit lebih tinggi dari harga yang ditetapkan oleh pemerintah daerah bersama stakeholder terkait. Berdasarkan Hasil Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit periode II Desember 2020 yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Kalbar dan stakeholder terkait, pada akhir tahun lalu, harga TBS untuk umur 10 – 20 tahun sebesar Rp2.099,60 per kilogram.

Kenaikan harga sawit, kata Indra, mulai dirasakan pekebun sejak lima bulan terakhir. Kendati diterpa pandemi, menurutnya, harga TBS justru mengalami kenaikan sedikit demi sedikit. Kondisi ini, membuat para pekebun sawit bersemangat untuk meningkatkan produksi buah meski dalam cuaca yang lebih sering hujan. “Harga bagus sehingga petani menjadi lebih semangat walau saat ini musim hujan,” tutur dia.

Dia mengatakan, kondisi hujan saat ini berdampak pada terhambatnya jalur transportasi yang digunakan untuk mengangkut TBS ke pabrik. Sulitnya medan, membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, serta ongkos yang dikeluarkan lebih besar. Namun, karena bersamaan dengan naiknya harga TBS, kata dia, pekebun masih memperoleh untung.

“Memang ada kenaikan ongkos, tapi pendapatan petani bertambah karena harga TBS bagus. Pendapatan saat ini bahkan lebih dari cukup,” kata dia.

Dia berharap tren positif ini terus berlanjut, baik dari segi harga maupun penyerapan sawit. Asosiasi, kata dia, Sangat mendukung kebijakan energi terbarukan B30 yang diyakini akan banyak menyerap sawit lokal. Apabila permintaan stabil, kata dia, maka harga sawit yang diterima oleh petani pun akan ikut stabil. “Sehingga harga stabil di kisaran Rp2.000an per kilogram, dan kami akan semakin sejahtera,” tutur dia.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, tingkat kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalbar pada Desember 2020 kembali mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat NTP Kalbar pada bulan tersebut sebesar 117,01 poin, naik 1,77 persen dibanding NTP bulan November 2020 114,97 poin. Dari lima subsektor pertanian, NTP Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) tercatat paling tinggi, yakni sebesar 127,85 poin, lebih besar dibanding NTP bulan November 2020 124,75 poin. Subsektor lainnya, yakni NTP Tanaman Padi dan Palawija (NTPP) sebesar 96,67 poin, NTP Hortikultura (NTPH) 105,30 poin, NTP Peternakan (NTPT) 96,44, serta NTP Perikanan (NTPN) Desember 2020 103,90 poin. (sti)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!