Harga TBS Sawit di Kalbar Hampir Sentuh Rp2000 Per Kg

sawit
PANEN: Seorang petani sawit mandiri di Dusun Nanga Kebebu, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi menunjukkan hasil panen buah sawit miliknya. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Kenaikan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) di pasar global mendongkrak harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani. Petani sawit di kalbar merasakan dampaknya. Tren ini diharapkan terus berlanjut.

“Harganya (TBS) lumayan, hampir mencapai angka 2.000 per kg. Kalau Sekarang harganya Rp1.930 per kg,” ungkap petani sawit asal Sanggau, Domianus Dogol, kemarin.

Harga ini menurutnya jauh lebih baik ketimbang harga TBS beberapa waktu yang lalu. Kondisi membaiknya harga sawit ini, diakuinya sudah dirasakannya sejak tiga bulan terakhir.

Merujuk hasil dari Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar sawit di Kalimantan Barat, menetapkan untuk periode I- Desember 2019, rentang harga TBS sawit berkisar Rp1.200-1.750 per kg. Sementara untuk harga CPO ditetapkan Rp 8.154,88 per kg dan Kernel Rp4.145,74 per kg, dengan indeks K 88,82 persen. 

 Sementara itu, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) belum lama ini menyatakan, pada Oktober 2019 yang lalu terjadi kenaikan harga CPO yang cukup tajam dari USD 520/ton pada awal bulan itu menjadi USD 660/ton pada akhir Oktober 2019. Kenaikan CPO ini menurutnya sangat melegakan, baik bagi pengusaha maupun pekebun.

“Kenaikan harga minyak sawit ini sangat melegakan pengusaha dan pekebun setelah beberapa tahun menderita karena harga yang rendah,” kata dia dalam keterangan tertulis belum lama ini. (sti)

loading...