Hari Radio ke 74 Tahun; Menjadi Media Kontrol Sosial untuk Indonesia Lebih Bertoleransi

SYUKURAN : Kepala Stasiun LPP RRI Pontianak, Nazwin Achmad melakukan pemotongan tumpeng di Hari Radio ke 74, Rabu (11/9) sebagai bentuk rasa syukur. FOTO MARSITA/PONTIANAK POST

Di Hari Radio yang ke-74 tahun Rabu (11/9), RRI bertekad akan lebih menguatkan posisinya sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) terlebih untuk menjadi media kontrol sosial. RRI harus dapat memediasi seluruh permasalahan yang ada sekaligus menjadi ruang solusi.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

Sejarah Hari Radio Nasional bermula dari kelahiran Radio Republik Indonesia (RRI) pada 11 September 1945. Maka, setiap tanggal ini diperingati sebagai hari Radio Nasional. Radio menjadi alat yang diperlukan untuk berkomunikasi dan memberi informasi. Tetap eksis dari masa penjajahan hingga saat ini.

Di Kalbar, kehadiran radio sebagai media informasi masih mendapat ruang tersendiri di hati pendengar. Beragam program acara disajikan, dari situasi politik hingga program hiburan. Kepala Stasiun LPP RRI Pontianak, Nazwin Achmad berharap RRI Pontianak tetap menjadi lembaga penyiaran publik yang dapat melayani seluruh lapisan masyarakat.

Lebih lanjut Nazwin mengatakan, di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, RRI sendiri harus mampu memanfaatkan seluruh ruang atau saluran komunikasi dengan konvergensi atau pengintegrasian media di tengah pesatnya teknologi digital sekarang.

“Artinya ada tanggung jawab kami sebagai Lembaga Penyiaran Publik harus dapat melayani seluruh lapisan masyarakat, yang mau tidak mau yang kovensional juga kami lakukan melalui frekuensi, teresterial kemudian melalui aplikasi,” kata dia.

Di era multiflatform saat ini, kata dia RRI hadir secara visual dan audionya dalam bentuk RRI Net. “Tapi taglinenya tetap berbasis audio, dengarkan yang anda tonton,” katanya.

Nazwin meminta kepada seluruh masyarakat dan RRI untuk bersama-sama menjaga keberadaan RRI ini sebagai media penyiaran publik untuk memanfaatkan media RRI untuk hal-hal yang lebih memberikan informasi terpercaya, edukasi sekaligus sebagai solusi membantu masyarakat dalam pemahaan-pemahaman bertoleransi sesuai tema HUT Radio Ke-74 yaitu Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi.

Terkait penyalaan obor Tri Prasetya RRI dalam rangka merayakan Hari Jadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI ke-74, Nazwin mengatakan khusus mengenai penyulutan Obor Tri Prasetya RRI memiliki makna agar pihaknya dapat lebih berintrospeksi diri, lebih menguatkan pengkembangan human kedepan yang ada di dalamnya evaluasi skaligus menyampaikan kepada publik bahwa RRI terus bergerak progres sesuai dengan keberadaan dan fungsi-fungsi RRI.

“Menyinggung tentang bahaya berita-berita hoaks belakangan ini, tidak dipungkiri bahwa media mainstream seperti RRI lebih dipercaya oleh publik, sehingga bagaimana cara menangkal hoaks harus kembali kepada RRI memberikan informasi yang terpercaya kepada masyarakat”, pungkasnya. **

Read Previous

Asap Makin Tebal, Gubernur Liburkan SMA/SMK

Read Next

Kenangan Jokowi sebelum Habibie Wafat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *