Haris Supiandi dan Pawadi Jihad Lolos Festival Film Europe on Screen dan Calon Nomine FFI

FILM:  Haris Supiandi (kiri) dan Pawadi Jihad (kanan), merupakan sineas Kalbar yang mampu menghasilkan karya berupa film. Keduanya kini tengah  menggarap film pendek berjudul Bibir Merah Siapa yang Punya setelah lolos dalam Festival film Europe on Screen (EoS) 2021. SITI SULBIYAH KURNIASIH/PONTIANAK POST

Lewat film pendek berjudul Balale’, Haris Supiandi dan Pawadi Jihad masuk dalam nominasi 32 besar dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2021 kategori Film Pendek. Tak hanya itu, sineas muda Kalbar ini berkesempatan menayangkan karya film lainnya di kancah international setelah lolos dalam Festival film Europe on Screen (EoS) 2021.

Siti Sulbiyah, Pontianak

Festival Film EoS baru-baru ini mengumumkan delapan film pendek se-Indonesia yang berkesempatan untuk mendapatkan dana produksi parsial melalui ajang Short Film Pitching Project tahun ini. Satu di antara delapan proyek film yang diajukan itu berasal dari sineas Kalbar, Haris Supiandi dan Pawadi Jihad. Mereka mengajukan proposal untuk pembuatan film pendek berjudul Bibir Merah Siapa yang Punya.

“Film Bibir Merah Siapa yang Punya masih dalam proyek pengembangan. Kemarin kami ikut program Film Pitching Project EoS dan berhasil lolos,” ucap Pawadi Jihad.

Film yang akan dibuatnya itu bercerita tentang seorang yang mendapatkan  perlakuan tidak nyaman dari rekan-rekan sekantor seperti ejekan, olokan, dan tindakan perundungan lainnya. Film ini menurutnya diangkat dari persoalan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Dengan berhasil lolos Pitching Project EoS, pihaknya mendapatkan pendanaan untuk memproduksi film tersebut. Film berjudul Bibir Merah Siapa yang Punya tersebut ditargetkan selesai akhir tahun ini. Tak hanya mendapatkan pendanaan, film yang dihasilkan nanti juga akan ditayangkan di berbagai negara di Eropa.

“Karena film ini terkurasi di Europe on Screen 2021, film ini akan dibantu didistribuskan oleh mereka, yang akan diputar diberbagai festival film di Eropa,” ucapnya.

Pawadi dan Haris sudah cukup punya pengalaman dalam memproduksi film pendek. Keduanya kerap terlibat dalam satu proyek yang sama. Keduanya juga sering bertukar peran. Kadang Pawadi yang menjadi sutradara, kadang Haris yang menjadi produser. Begitu juga sebaliknya.

Salah satu proyek film pendek yang pernah keduanya hasilkan adalah film berjudul Balale’. Film yang mereka produksi tahun 2019 itu didaftarkan dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2021. Film itu kini masuk 32 besar film terpilih kategori Film Pendek.

“Untuk FFI 2021 ini masih dalam tahap seleksi, masih calon nominasi untuk 5 besar,” ucapnya.

Film Belale’ menceritakan tentang aktivitas berladang petani yang kerap dikambinghitamkan sebagai pemicu kebakaran lahan. Balale’ sendiri merupakan istilah dari bahasa Dayak Kanayatn dan Melayu Sambas serta Melayu Mempawah, yang memiliki arti kegiatan gotong royong dalam suatu pekerjaan secara bergilir, khususnya pada aktifitas perladangan sejak menentukan lokasi berladang hingga panen.

“Film ini saya terinspirasi dari petani kita yang menjunjung adat dan budaya yang punya ritual bergotong royong,” ungkap Haris.

Dia pun menyemangati sineas Kalbar untuk tak berhenti berkarya, sebab setiap hambatan ada solusi. Dalam hal finansial misalnya, persoalan itu bisa dipecahkan lewat dengan mengajukan pendanaan, baik dalam maupun luar negari. Baginya, yang paling penting adalah niat.

“Harapan saya semoga perfilman Kalbar semakin maju. Sebab sineas Kalbar punya potensi yang besar untuk dikembangkan,” pungkasnya. (*)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!