Harisson: PMI yang Masuk Kalbar Harus Pastikan Hasil PCR Negatif

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson.

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson mengatakan pihaknya masih menemukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hasil pemeriksaan PCR-nya positif. Padahal ketika kirim pulang ke RI melalui Kalbar, PMI mengantongi hasil PCR negatif.

“Konjen di Sarawak harus benar-benar memastikan bahwa PMI yang mereka kirim pulang ke RI melalui Kalbar, pemeriksaan PCR nya valid, tidak abal-abal,” kata Harisson di Pontianak, siang kemarin.

“Kami menemukan PCR dari sarawak negatif, ketika periksa ulang di Kalbar hasilnya positif,” sambung Harisson.

Harrison mengatakan Kalimantan Barat masuk dalam lima besar penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. Penyebabnya adalah jumlah kasus positif pada Pekerja Migran Indonesia. Dalam catatan Dinas Kesehatan Kalimantan Barat ada 16 kasus positif PMI.

Antara lain delapan kasus yang masuk melalui PLBN Aruk, Kabupaten Sambas. Kemudian delapan lagi yang masuk dari PLBN Entikong, Kabupaten Sanggau.

“Ada 18 kasus konfirmasi positif dan 16 di antaranya dari pekerja migran Indonesia,” sebut Harisson.

Dia menjelaskan PMI yang masuk ke Indonesia (Kalbar) sudah harus mengantongi surat PCR negatif. Begitu tiba di pintu perbatasan, PMI akan dilakukan pemeriksaan PCR. Kemudian dilihat lagi status vaksinasi Covid-19.

Bila sudah lengkap, maka PMI menjalani karantina selama tiga hari. Pada hari ketika akan dilakukan tes PCR lagi. Sementara jika baru vaksinasi pertama, maka karantina selama lima hari. Pemeriksaan PCR dilakukan pada hari ke empat.

“Bila dalam pemeriksaan PCR positif maka langsung di isolasi di UPELKES selama sepuluh hari,” jelas Harisson.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang keluarganya baru pulang dari luar negeri agar bisa menerapkan Prokes ketat, agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Kalau keluarga yang baru datang itu belum di PCR, segera sarankan untuk melakukan tes PCR, demi keselamatan keluarga. Jangan sampai mereka yang baru datang lalu menyebarkan virus bagi keluarganya di daerah,” pesan Harisson. (mse)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!