Harun Masiku Kabur ke Singapura

Harun Masiku

Tersangka Penyuap Komisioner KPU

JAKARTA – KPK akhirnya mengungkap mengapa tersangka kasus suap komisioner KPU, yakni politisi Harun Masiku, tidak kunjung tertangkap. Harus diketahui sedang berada di luar negeri. Sementara itu, penyidik KPK akhirnya memulai penggeledahannya di kantor KPU terkait kasus ini. Sayangnya, nasib penggeledahan di partai yang bersangkutan, yakni PDIP, masih buram.

Keberadaan Harun di luar Indonesia itu diungkapkan oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kemarin (13/1). “Info yang kami terima memang sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan sedang di luar negeri,” jelas Ghufron kemarin. Namun, dia tidak memerinci di negara mana tepatnya Harun bersembunyi.

Ghufron menyatakan, Senin siang pihak KPK sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM khususnya Ditjen Imigrasi terkait keberadaan Harun tersebut. Sebelumnya, KPK mengimbau agar Harun menyerahkan diri guna kepentingan penyidikan dan kesempatan baginya untuk menjelaskan duduk perkara. “Kalau pun tidak, nanti kita akan tetap cari dan kita masukkan dalam DPO (daftar pencarian orang),” lanjutnya.

Ketua KPK Firli Bahuri juga membenarkan informasi tersebut. Sementara ini KPK bergantung pada Imigrasi untuk bisa “memulangkan” kembali Harun. “Karena pihak imigrasi yang paham terkait perlintasan orang masuk dan keluar Indonesia. Dulu juga kita lakukan terhadap para tersangka korupsi,” jelasnya secara tertulis.

Firli menegaskan bahwa bergulirnya kasus ini tidak terkait permintaan atau kepentingan tertentu. Sehingga dia juga berharap publik bisa memberikan waktu bagi para penyidik untuk menuntaskan proses penyidikan hingga fakta terkumpul secara utuh. “Prinsipnya penegakan hukum harus menghormati asas hukum dan HAM, tidak boleh melanggar hukum itu sendiri. Beri kesempatan untuk penyidik bekerja dan kita beri dukungan,” lanjutnya.

Read Previous

Menangkal Banjir, Air Tidak Meluap ke Jalan

Read Next

Gertam Dorong Stabilisasi Pangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *