Hasil Pantauan, Kondisi Udara di Sambas Tidak Sehat

UKUR: Petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas, melakukan pengukuran kualitas udara.Fahrozy/Pontianak Post

Dinas Perkim LH Pasang Alat Particle Counter

SAMBAS –  Tejadinya kebakaran hutan dan lahan dibeberapa lokasi diluar dan juga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sambas. Menyebabkan asap mulai selimuti daerah ini. Ditambah lagi dengan hujan yang tak juga turun, asap yang ada belum juga hilang. “Berdasarkan pantauan alat Particle counter-Portable diperoleh data adanya kecenderungan peningkatan parameter partikulat (debu) di udara dengan kategori tidak sehat, ‎sehingga berbahaya bagi kesehatan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas, Eko Susanto SKM MKes, Kamis (12/9).

Menyikapi hal tersebut, kondisi ini akan terus terjadi bahkan bisa memburuk, terlebih hujan juga belum turun. “Berdasarkan hasil pantauan yang kami lakukan, maka kami menyarankan kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar ruangan, jika pun keluar, gunakan masker. Selain itu apabila mengalami gangguan kesehatan pernapasan, agar segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.

Bahkan, pihaknya juga menganjurkan agar meliburkan aktivitas belajar mengajar di sekolah selama tiga hari ke depan, terhitung mulai Kamis (12/9) hingga Sabtu (14/9) untuk tingkat PAUD, TK, SD,dan SMP dan sekolah sederajatnya. Dan dapat diperpanjang menyesuaikan perkembangan kualitas udaranya nanti. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas menggunakan alat pantau kualitas udara bernama‎ Particle Counter untuk mengukur partikel debu yaitu mengukur parameter pencemaran udara. mereka mengambil sampel udara di tiga lokasi, yaitu di pertigaan Desa Dalam Kaum Sambas (S-1), Pasar Simpang Empat Tangaran (S-2) dan Simpang Pasar Sentebang (S-3).

Menurunnya kualitas udara akibat kabut asap dan debu bisa menyebabkan beberapa ancaman kesehatan serius, antara lain iritasi mata, hidung, tenggorokan, reaksi alergi,  peradangan dan infeksi. Selain itu juga akan memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis. Kemudian melemahkan kemampuan kerja paru-paru, daya tahan tubuh menurun terutama bagi anak-anak dan lansia, terjadinya ISPA, serta udara kurang sehat akibat dari pembakaran hutan dan lahan akan menjadi polutan dari sarana sumber air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.

Berdasarkan informasi, beberapa kecamatan Kabupaten Sambas terjadi karhutla, seperti di Selakau Timur, Tangaran, Paloh, Tebas dan Subah beberapa hari terakhir ini mengakibatkan terjadinya kabut asap di wilayah Kabupaten Sambas. Ditambah dengan tidak turunnya hujan dalam beberapa minggu terakhir ini, dikhawatirkan memperburuk keadaan.(fah)

Read Previous

Arsip Memegang Peranan Penting Dalam Reformasi Birokrasi

Read Next

Dulu Teman Sekarang Kencan

Tinggalkan Balasan

Most Popular