Hidayati Tak Menyangka, Ikut Jadi Korban Skimming

PONTIANAK-Korban dugaan tindak kejahatan skimming yang menimpa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali bertambah. Salah satunya, Hidayati (21) yang tak menyangka dirinya juga mengalami hal serupa.

Berawal dari hebohnya pemberitaan bahwa ada nasabah yang menjadi korban berkurangnya saldo di rekening tabungan BRI, membuat Hidayati penasaran.

Kebetulan mahasiswi asal Kabupaten Kapuas Hulu yang berkuliah di Pontianak itu juga ingin mengambil uang untuk keperluan sehari-hari.

Karena tidak mendaftar SMS banking, ia lantas mengecek langsung saldo tabungannya ke ATM terdekat, sekaligus ingin melakukan penarikan. Betapa terkejutnya Hidayati, ketika ingin melakukan penarikan di ATM BRI, Jalan Pangeran Natakusuma, Kamis (5/12) sekitar pukul 13.00, saldonya tidak cukup. Padahal terakhir jumlah uang di rekeningnya masih ada Rp2.083.000. Kini hanya tersisa Rp83 ribu.

Ia memastikan memang sudah cukup lama tidak melakukan transaksi menggunakan ATM BRI. Selama itu kartu ATM miliknya selalu tersimpan aman di dalam dompet. Terakhir seingatnya ia melakukan transaksi menggunakan ATM BRI sekitar satu Minggu yang lalu.

“Awalnya mau narik tapi tiba-tiba tidak bisa, karena saldo tidak cukup,” katanya.

Karena masih kurang percaya jika saldo di rekeningnya berkurang hingga mencapai dua juta rupiah, ia mencoba mengecek kembali di ATM BRI yang lain. Yakni di ATM BRI Jalan Danau Sentarum.

“Setelah saya cek lagi, sama saja, saldo yang dua jutaan tinggal Rp85 ribu,” ucapnya.

Atas kejadian tersebut, sore harinya ia langsung melapor ke kantor Cabang BRI Pontianak di Jalan Barito. “Pihak bank tadi minta untuk menunggu maksimal 20 hari,” tutupnya.(bar)

loading...