Hilang Tiga Poin Gara-Gara Hal Tak Penting

Gagal: Pemain tengah Manchester United Paul Pogba saat mengeksekusi penalti, namun gagal.Tendangannya berhasil ditepis kiper Wolverhampton Wanderers, Rui Patricio pada lanjutan Liga Premier Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton (20/8). Paul ELLIS / AFP

WOLVERHAMPTON – Gelandang Manchester United Paul Pogba lagi-lagi jadi sasaran hujatan fans. Eksekusi penaltinya ditepis kiper Wolverhampton Wanderers Rui Patricio. Gara-gara Pogba, United hanya mendapat satu poin saat bertemu Wolves di Stadion Molineux pada matchweek kedua.

Laju United di klasemen sementara pun tersendat. Sekali menang dan sekali seri hanya membawa Setan Merah nangkring di posisi keempat dengan poin empat. United ada di bawah Liverpool dan Arsenal yang mengemas poin enam. Tetangga United, Manchester City walau punya poin sama namun karena margin gol lebih apik maka berhak duduk di posisi ketiga.
Pundit Sky Sports Gary Neville secara implisit menumpukan kesalahan kepada Pogba. Sebab di mata eks bek kanan United itu Pogba seperti ‘merebut’ jatah algojo penalti dari rekannya Marcus Rashford.

“Mengapa harus diperdebatkan soal siapa yang akan menendang penalti ? Rashford terbukti bisa mencetak gol pekan lalu saat jadi eksekutor,” kata Neville. Saat menghancurkan Chelsea di matchweek perdana dengan empat gol, gol pembuka United lahir dari eksekusi Rashford.

Komentar Neville tersebut berdasar rekaman di televisi yang menunjukkan seolah-olah Rashford dan Pogba berembuk lebih dahulu sebelum akhirnya Pogba yang jadi penendang penalti. Menurut pria 44 tahun itu penentuan siapa algojo seharusnya sudah ditentukan sebelum laga digelar.

“Ini adalah penalti United, bukan tombola,” cecar Neville. Tombola adalah lotere yang berasal dari Italia Selatan dan pertama dimainkan di Naples pada abad ke-18.

Neville menggaris bawahi United punya deretan penendang yang apik. Ada Anthony Martial atau rekrutan anyar Daniel James.”Tapi karena tak ada sosok dengan karakter pemimpin di tubuh United, untuk sekedar menentukan penaltipun harus berdiskusi,” ucap Neville.

Opini berbeda dilontarkan oleh mantan winger United yang kini melatih timnas Wales Ryan Giggs menuturkan Rashford justru yang salah. Sebagai seorang penyerang tengah, Rashford punya hak veto untuk menempatkan dirinya sebagai penendang penalti tim.

“Ingat, Marcus (Rashford) sukses mengeksekusi di pertandingan pertama Lalu buat apa berunding lagi dengan teman-temannya ketika mendapat kesempatan serupa di pertandingan kedua ?,” ucap Giggs kesal pada Optus Sport.

Giggs mengingatkan seharusnya Rashford tahu kalau rekor Pogba dalam eksekusi penalti buruk. Musim lalu, Pogba gagal tiga kali dari total sepuluh penalti yang didapatnya. Artinya angka gagal Pogba mencapai 30 persen.

“Bisa saja Marcus diganti posisinya sebagai algojo penalti United tapi dengan catatan dia gagal di kesempatan sebelumnya. Yang lucu menurut saya, Marcus sukses di kesempatan pertama musim ini lantas mengapa diganti ?” kata Giggs.

Nah, di internal United Rashford kemudian berkata kalau bukan Pogba yang layak dipersalahkan dengan kegagalan eksekusinya. Sebab semua anggota tim yang harus memikul kesalahan itu.

“Paul (Pogba) menyatakan keinginannya untuk mengambil kesempatan jadi algojo penalti kali ini. Kemudian kami semua berembuk sebentar dan ditunjuklah Paul sebagai eksekutor,” jelas Rashford seperti dikutip Daily Mail.

Pelatih United Ole Gunnar Solskjaer kepada Manchester Evening News berkata kalau dalam timnya Rashford dan Pogba adalah dua nama yang jadi pilihan utama sebagai eksekutor penalti. Jadi ketika keduanya bergantian jadi penendang, hal itu bukan masalah.

“Pada momen lawan Wolves, siapa penendangnya itu terserah kepada mereka. Terkadang pemain-pemain itu merasa sangat konfiden untuk jadi penendang penalti,” ujar Solskjaer. “Di kesempatan sebelumnya, dia (Pogba, red.) juga menghasilkan gol penalti untuk kami,” tambah pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Solskjaer membela Pogba dengan mengatakan lebih mengapresiasi pemain yang mengajukan dirinya untuk jadi eksekutor. Artinya sang penendang tersebut memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar dari rekan-rekannya.

“Dari dua nama, biasanya ada satu nama yang lebih yakin dari yang lainnya. Pada satu pertandingan kadang kamu menang namun kadang kala kamu menemui kesialan seperti yang lihat kali ini,” tutur Solskjaer.

Akibat kegagalan penalti kemarin, maka suporter United kembali melakukan tindakan tak terpuji dengan mengumpat Pogba di dunia maya dengan nada rasisme. Nasib Pogba ini tak jauh beda dengan yang dialami penyerang Chelsea Tammy Abraham saat gagal jadi algojo di Piala Super Eropa (15/8) lalu.

Rekan Pogba, bek Harry Maguire pun bereaksi. Menurut Maguire seharusnya ada kontrol dan sanksi lebih keras kepada para pelaku rasisme. Misalnya hukuma buat para pelaku rasis adalah paspor atau lisensi mengemudinya ditahan. (dra)

Read Previous

Usai Diperiksa, HMU Dirawat di RS

Read Next

Tunggal Putri Hadapi Tembok Tebal

Most Popular