Hotspot Sanggau Tinggi, Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 Dimulai

SANGGAU – Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi geografisnya sangat luas dan dapat menimbulkan dampak yang besar seperti fenomena kabut asap. Demikian amanat Kapolda Kalbar yang dibacakan Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan pada tahun 2015 merupakan fenomena terjadinya kebakaran hutan terbesar di Kalbar selama 5 tahun terakhir. Data menyebutkan seluas 2,6 juta hektar lahan terbakar dan sekitar 504.000 orang terutama anak-anak terkena penyakit ISPA.

Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 yang dilaksanakan di Kabupaten Sanggau tepatnya di Komplek Sabang Merah merupakan rangkaian dari persiapan petugas dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Perlu menjadi perhatian bersama baik pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya Karhutla di tahun 2019. “Saya mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, bersatu, bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan Karhutla di provinsi Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” ajak Kapolda.

Sementara itu, Bupati Sanggau, Paolus Hadi pmelalui Penjabat Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka mengatakan bahwa patroli terpadu TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat serta mapping desa-desa sangat dibutuhkan. Kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab serta dapat bekerja sama dengan komponen lainnya.

Berdasarkan data dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018 bahwa Sanggau dengan 188 hotspot adalah salah satu dari 4 kabupaten dengan sebaran hotspot tertinggi di Kalbar bersama Kubu Raya 132 hotspot, Sintang 262 hotspot dan Ketapang 295 hotspot. (sgg)

Read Previous

Tingkatkan Daya Saing, Hotel Golden Tulip Resmi Jadi Pelanggan Premium

Read Next

Gelar Pasukan Persiapan Pencegahan Karhutla

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *