Hujan dan Pasang Laut Landa Kayong Utara

TERGENANG: Sejumlah lokasi di Kabupaten Kayong Utara tergenang akibat pasang air laut bersamaan dengan turunnya hujan, kemarin (13/1) di Sukadana dan sekitarnya. ISTIMEWA

SUKADANA – Hujan disertai air pasang laut kembali terjadi di Kabupaten Kayong Utara, Rabu (13/1). Akibatnya, sejumlah lokasi tergenang air, namun di setiap wilayah ketinggiannya berbeda-beda. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara, Noorhabib.

Noorhabib menambahkan, untuk mengetahui ketinggian air, pihaknya melakukan monitoring di sejumlah lokasi. Sebab, lanjut dia, selain terjadinya pasang air laut, bersamaan terjadinya hujan.

“Ketinggian air bertambah akibat curah hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat,” terang dia kepada Pontianak Post.

Sedangkan untuk wilayah terdampak di Kecamatan Sukadana, dijelaskan Noorhabib terdapat di Jalan Kota Karang, area komplek Masjid Agung Oesman AlKhair,  dan Tambak Rawang di Area Makam Putri Nirmala. Sedangkan untuk di Kecamatan Simpang Hilir berada pada area kompleks Pasar Melano, turunan Jembatan Teluk Melano menuju SPBU, kompleks pertokoan Pemangkat, Nipah Kuning, serta area PLTD Parit Timur. Untuk Kecamatan Teluk Batang, diungkapkan dia, terdapat di Dusun Nelayan, Desa Alur Bandung, serta Desa Teluk Batang Kota area pasar rakyat. Sementara di Kecamatan Pulau Maya, berdasarkan laporan yang diterimanya, berada di Desa Tanjung Satai,  Dusun Tanjung Harapan (Pantai Kerang), Dusun Pintau, serta Desa Kemboja.

“Untuk data wilayah desa lainnya pada setiap kecamatan masih dalam monitoring dan menunggu laporan perkembangan berikutnya.

Tinggi air pasang berkisar 10 – 35 sentimeter, setiap wilayah berbeda-beda ketinggiannya. Dari Hasil pemantauan dan monitoring air pasang sudah mulai surut pada pukul 11.13 WIB,” katanya.

Sementara itu Fitri Septiani, guru SMP Negeri 9 Simpang Hilir mengatakan, untuk di sekolah tempat dirinya mengajar air sudah naik sekitar pukul 9 pagi, ditambah lagi dengan hujan deras. “Pas istirahat air sudah naik, berarti sekitar jam 9 pagi yang ketahuan kami.  Kami guru-guru langsung mengamankan motor ke tempat yang lebih tinggi. Saat itu hujan lumayan deras,” kata dia. (dan)

error: Content is protected !!