Hujan Mulai Guyur Kalbar, Titik Panas Diharapkan Berkurang

kabut asap
Mata Rantai Jurnalis bersama Mahasiswa asal Sumatra-Kalimantan melakukan Aksi Sejuta Masker diBundaran HI Jakarta, Minggu (22/9/2019). Selain mengkritisi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, mereka juga melakukan penggalanagan dana guna penyediaan masker N9 yang akan dibagikan kepada masyarakat Kalimantan dan Sumatera yang terdampak asap kebakaran--FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS

PONTIANAK – Harapan masyarakat Kalimantan Barat akan turunnya hujan akhirnya terkabul. Meskipun tidak merata, sejumlah wilayah di timur dan utara Kalbar mulai diguyur berkah dari langit, kemarin. Intensitasnya beragam mulai dari ringan, sedang hingga lebat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak melalui Forecasternya Sutikno menyebutkan peringatan dini cuaca Kalbar, Minggu (22/9) 15.00 Wib, terjadi hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir/guntur beserta angin kencang. Durasinya singkat pada pukul 15.30 Wib.
Sebaran wilayah hujan yakni di Kabupaten Bengkayang (Kecamatan Seluas, Sanggau Ledo, Siding, Tujuh Belas, Monterado), Kota Singkawang, Landak (Kecamatan Air Besar, Meranti, Kuala Behe), Kabupaten Sanggau (Kecamatan Entikong, Beduai, Sekayam, Noyan, Jangkang, Bonti, Parindu, dan Kecamatan Mukok ).

Hujan juga melanda Kabupaten Sintang tepatnya di Kecamatan Kelam Permai, Kayan Hulu, Dedai, dan Kayan Hilir. Sedangkan di Kapuas Hulu, hujan turun di Kecamatan Embaloh Hulu, Putussibau Utara, Batang Lupar dan Embaloh Hilir.

Diprakirakan potensi hujan meluas ke wilayah Kabupaten Mempawah meliputi Sadaniang, Sungai Kunyit, dan Toho. Sementara untuk Kabupaten Sekadau, hujan diperkirakan turun di Belitang Hulu, Belitang Hilir, dan Kecamatan Sekadau Hilir. “Kondisi ini berlangsung hingga pukul 17.30,” ucapnya.

Khusus wilayah lain seperti Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Kota Pontianak, di waktu yang sama masih didera asap. Bahkan berdasarkan pantauan alat ukur Konsentrasi Particulate Matter (PM10), kualitas udara sejak pagi hingga sore berfluktuasi di titik tidak sehat dan sedang.

Data dari BMKG juga memperlihatkan paparan hotspot (titik panas) terus mengalami perubahan. Jumlahnya terkadang naik, tetapi tiba-tiba turun. Kemarin terdeteksi sebanyak 443 hotspot. ”Sebarannya merata pada 11 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Hanya Kota Pontianak, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau yang tidak terdeteksi hotspot,” ujar Sutikno.

Olahan data BMKG Supadio Pontianak berdasarkan hasil data LAPAN memberikan gambaran lokasi wilayah hotspot per 21 September pukul 07.00 sampai dengan 22 September pukul 07.00.
Kabupaten Ketapang terdeteksi sebagai penyumbang titik api terbanyak yakni mencapai 332. Terbanyak kedua adalah Kayong Utara dengan jumlah 59 titik api.

Pengaruh Badai Tapah

Badai Tapah yang terjadi di Samudra Pasifik, dekat dengan Taiwan, diduga secara tidak langsung telah memengaruhi kondisi cuaca di Kalbar. Sebelumnya, BMKG Kalbar memprakirakan 20 September 2019 sebagian besar Kalbar akan mulai diguyur hujan kecuali Ketapang, Kayong Utara dan Melawi. Namun, hujan yang turun relatif belum banyak dan belum merata.

BMKG memperkirakan badai tapah akan meluruh sekitar 24 September 2019. Saat itulah diprediksi akan terjadi intensitas hujan yang tinggi. Erika Mardiyanti, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio melalui info BMKG Kalbar memprakirakan pada 22 hingga 27 September 2019 umumnya wilayah Kalbar sudah akan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Diprakirakan pada 25 sampai 27 September 2019. Potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan di sebagian besar Kalbar diprakirakan pada kategori aman hingga tanggal 27 September 2019, kecuali di sebagian Ketapang,” kata Erika.

Pada Minggu (22/9) pukul 12.50, pihaknya memantau awan konvektif sudah cukup banyak di sebelah utara Kalbar. Pantauan radar cuaca juga menunjukkan awan hujan sudah ada di sebagian wilayah Bengkayang, Landak, Kubu Raya, Kayong Utara. Diprakirakan pada sore harinya awan hujan meluas hingga ke Sambas, Singkawang, Mempawang, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang dan Kapuas Hulu.

“Pantauan radar cuaca pagi hari pukul 07.11 WIB terdapat hujan di sekitar wilayah Sekadau dan di perairan sebelah barat Kota Pontianak hingga sebelah barat Singkawang. Jarak pandang di Bandara Supadio 10 hari terakhir mengalami penurunan yang diakibatkan adanya kabut asap. Jarak pandang satu hari terakhir dengan nilai kurang dari satu kilometer terjadi pada pukul 09.00,13.00, 14.00, dan 15.00. Minggu pagi, jarak pandang pukul 06.00 hingga 07.00 WIB sudah turun lagi menjadi 700 meter,” jelasnya.

Sedangkan jarak pandang di delapan titik pengamatan di Kalbar juga cenderung masih rendah. Rata-rata kurang dari dua kilometer pada dini hari hingga pagi. Jarak pandang yang masih dominan kurang dari satu kilometer tercatat di Stasiun Klimatologi Mempawah, Stasiun Meteorologi Paloh Sambas, Stasiun Meteorologi Sintang dan Stasiun Meteorologi Nangapinoh. (den/mrd)

error: Content is protected !!