Ibu-Ibu dan Remaja Gelar Berbagai Lomba

PEMENANG LOMBA: Para pemenang lomba beragam kegiatan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah di Masjid Radhiyatum Mardiyah, Gang Besar, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.istimewa

Teladani Tahun Baru Islam 1441 Hijriah

PONTIANAK—Teladan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah wajib dilakukan seluruh komponen umat muslim di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Beragam agenda kegiatan diadakan ibu-ibu dan remaja Masjid Radhiyatum Mardiyah, Gang Besar, Desa Arang Limbung, Sungai Raya, Kubu Raya.

Ada hapalan surah wajib Alfateha, Tanfiz anak-anak, tanfiz dewasa dan tilawah dalam rangka menyambut 1 Muhharam 1441 Hijriah,” kata Nurseha, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan.

Menurutnya diadakannya beragam kegiatan memang sengaja menyemarakan perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah. Tujuannya juga supaya kegiatan perlombaan ini dekat dan lekat dengan anak-anak dan orang tua. ”Insha Allah, bakalan rutin diadakan pada tahun-tahun mendatang,” kata perempuan berkerudung ini.

Ustadz Rino, yang didaulat sebagai penceramah menyambut baik kegiatan menyambut perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah ini. ”Sangat bermanfaat dan banyak manfaat,” ujarnya.
Beragam macam kegiatan tersebut memang diperuntukan guna menegakan agama Allah SWT selain semangat mempelajari alquran. “Juga semangat menjalankan perintah Allah SWT. Kegiatan ini positif,” ucap dia.

Ustadz lulusan pesantren di Jawa ini berharap bahwa kegiatan keagamaan menyambut Tahun Baru Islam terus tersiar. Harapannya pada tahun-tahun mendatang akan lebih meriah dan banyak lagi para donaturnya. “Alhamdulillah remaja masjid dan ibu-ibu bahu membahu tanpa mengenal lelah membantu kegiatan perayaan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharra, 1441 Hijriah,” katanya.

Sebelumnya dihadapan jemaah, Ustadz Rino menyebutkan bahwa ada yang dilakukan pada hari ini (kemarin) akan dicatat Allah SWT sebagai amalan baik. Apapun kegiatannya selama bernafaskan islam, tidak ada yang tidak bisa kalau semuanya mau. ”Kita (umat muslim) sama-sama mensyiarkan dan memperjuangkan agama Allah SWT. Masalah pahala, rejeki dan jodoh adalah urusan Allah SWT. Urusan kami tetap ikhtiar terus tanpa berputus asa,” ujarnya.

Rino bercerita bahwa munculnya 1 hiriah dimulai pada pukul 00.00 Wib karena kehabetan pemikir islam. Bayangkan zaman dahulu tidak ada handphone, jam tangan dan alat penunjuk waktu lain, bisa tahu bagaimana penanggalan kalender islam. “Di situ dijelaskan bahwa perpindahan hari dalam islam muncul ketika ada cahaya kemerah-merahan di langit. Pada zaman dahulu, ahli kalender islam sudah paham bagaimana hari-hari berikutnya,” ujarnya.(den)

Read Previous

180 Personel Polda Kalbar ke Papua

Read Next

Galakkan Desa Berdaya Sehat

Tinggalkan Balasan

Most Popular