Identitas Mayat di Kolam Makam Tionghoa Wajok Hulu Terungkap

Ilustrasi

Pelaku Ternyata Suami Siri Korban

MEMPAWAH – Satuan Reskrim Polres Mempawah berhasil mengungkap identitas kasus temuan mayat perempuan di kolam Pemakaman Tionghoa Pal 8, Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jungkat. Korban diduga tewas akibat dibunuh oleh paman yang juga berstatus suami sirinya.

Kapolres Mempawah, AKBP Tulus Sinaga, S.Ik, MH memimpin konferensi pers pengungkapan kasus temuan mayat tersebut, Rabu (29/7) di Mapolres Mempawah. Dalam konfrensi pers tersebut, polisi turut menghadirkan pelaku pembunuhan dan sejumlah barang bukti.

Kapolres mengatakan, terungkapnya kasus pembunuhan ini bermula dari temuan mayat korban di kolam Pemakaman Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu pada Rabu (22/7), sepekan lalu. Saat itu, pekerja yang sedang membuat makam menemukan potongan kaki manusia dari dalam kolam di area pemakaman itu. Saat potongan kaki diangkat, maka ditemukan jazad korban dalam kondisi hancur dan rusak parah.

Dari pengembangan kasus temuan mayat tersebut, Polisi melakukan visum dan forensi terhadap jenazah. Hasilnya, Polisi mendapati adanya bekas memar dibagian kepala belakang yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Sementara itu, Polisi berusaha mengungkap identitas mayat tersebut.

Titik terang identitas mayat bermula dari laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya. Membuktikan kecurigaan itu, Polisi melakukan tes DNA dan menemukan kecocokan. Identitas mayat pun diketahui berinisial N alias Mila (24) warga Desa Seruat Tiga, Kubu Raya.

Polisi menduga pelaku pembunuhan terhadap korban N merupakan orang terdekatnya. Hasil penelusuran petugas mendapati seorang pria yang diduga pelaku pembunuhan. Adalah M alias Adi Pasir (46) warga Desa Wajok Hulu. M merupakan paman dari korban N.

Namun, dibalik hubungan kekeluargaan itu ternyata M memiliki hubungan spesial dengan N. Keduanya merupakan suami-istri yang menikah secara sirih.

“Tadi (kemarin) malam, M akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Mempawah. Keberhasilan penangkapan M ini tak lepas dari peran Wakil Bupati dan Ketua IKBM yang secara persuasif membantu pengungkapkan kasus ini,” puji Kapolres.

Dari pengakuan M, ungkap Kapolres, pembunuhan itu terjadi pada April lalu. Saat itu, korban N mendatangi M yang sedang melakukan pekerjaan di lokasi Pemakaman Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu, Kecamatan Jongkat.

“Korban N mendatangi M di lokasi pemakaman Tionghoa sekitar pukul 09.00 WIB. N meminta uang Rp 5 juta,” papar Kapolres.

Mendengar permintaan itu, sambung Kapolres, M tidak dapat menyanggupinya. N yang terus mendesak dan memaksa membuat M marah dan emosi. Spontanitas, M melayangkan pukulan ke arah leher korban N. Mendapatkan pukulan keras itu membuat korban N jatuh tersungkur dengan posisi terlungkup dan pingsan.

M yang sudah terbakar emosi lantas mengambil sebongkah batu berukuran 20 cm dan menghantamkan ke arah kepala belakang korban N. Belum puas, M pun meraih sebatang kayu sepanjang satu meter dan memukulkannya ke leher belakang korban N yang sudah tak bergerak.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, pelaku M sempat mengecek kondisi korban N. Dan ternyata korban N sudah tidak bergerak dan meninggal dunia,” sebut Kapolres.

Untuk menghilangkan jejak kejahatannya, sekitar pukul 15.00 WIB pelaku M menyeret mayat korban ke kolam yang ada di area Pemakaman Tionghoa Pal 8 Desa Wajok Hulu. Kemudian, mayat korban dimasukan ke dalam kolam dan ditutup dengan ranting kayu serta 14 karung berisi pasir dan tanah.

“Setelah berhasil mengubur korban ke dalam kolam, pelaku M membuat sendal milik korban ke semak-semak di sekitar kolam. Kemudian, pelaku M pulang ke rumahnya,” tutur Kapolres.

Atas perbuatannya, Kapolres menambahkan, pelaku M dijerat dengan pasal belapis. Setidaknya ada tiga pasal yang dikenakan yakni pasal 338 tentang pembunuhan, pasal 351 serta pasal 340.

“Pelaku M terancam hukuman seumur hidup atau hukuman mati. Karena, secara keseluruhan, pembunuhan yang dilakukan M tergolong sadis,” tukas Kapolres.(wah)

loading...