Idham Azis Kebut Kasus Novel

kapolri idham azis
SIAP DILANTIK: Calon Kapolri Komjen Idham Aziz bersalaman dengan Ketua DPR Puan Maharani pada sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (31/10). Rapat paripurna ini mengesahkan Idham Azis sebagai calon Kapolri. FOTO: HENDRA EKA

Hari Ini Dilantik Jadi Kapolri

JAKARTA – ”Ini bagian dari mukjizat Allah kepada saya. Saya berjanji memberikan pengabdian yang terbaik.” Janji itu dilontarkan Komjen Pol Idham Azis setelah DPR menyetujui dirinya menjadi Kapolri, menggantikan Jenderal Tito Karnavian, dalam rapat paripurna DPR kemarin (31/10).

Jika tidak ada perubahan, hari ini (1/11) Idham akan dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Setelah itu mantan Kabareskrim tersebut berjanji langsung bekerja cepat. Salah satunya menunjuk Kabareskrim yang baru. ”Kabareskrim segera saya tunjuk. Ini untuk segera mempercepat pengungkapan kasus Novel Baswedan,” tegasnya.

Namun, Idham belum menjawab soal sosok Kabareskrim yang baru. Mantan Kapolda Metro Jaya itu langsung bergegas dengan pengawalan ketat.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M. Iqbal menambahkan, tim teknis yang menangani kasus Novel Baswedan saat ini masih terus bekerja. Bahkan, dia mengklaim bahwa capaian tim teknis sudah maksimal. ”Mohon doa agar tim segera menuntaskan kasus ini,” katanya.

Namun, seperti apa progresnya, Iqbal enggan memerinci. Dia hanya menyatakan bahwa tim teknis bekerja dengan penuh kehati-hatian. ”Tim harus bekerja dengan rahasia dan tertutup untuk mengungkap kasus ini,” tutur mantan Wakapolda Jatim itu.

Di bagian lain, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memiliki catatan tersendiri tentang tugas ke depan Idham Azis. Khususnya arah penerapan penegakan hukum. Tantangan yang cukup berat ialah mengedepankan tindakan preventif dan preemtif. ”Jangan mengedepankan penegakan hukum yang bersifat represif,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Khusus SDM, lanjut Poengky, permasalahan utamanya adalah pemerataan kesejahteraan, kesempatan bersekolah, serta reward and punishment. Selama ini hal-hal tersebut belum tersentuh di daerah pelosok. ”Padahal, wajah Polri ada di pundak anggota yang berada di pedalaman atau pelosok itu,” tuturnya.

Menko Polhukam Mahfud MD berharap Idham Azis mampu menjadikan Polri lebih profesional daripada sebelumnya. ”Kalau bersama kami pemberantasan terorisme, pemberantasan korupsi, penegakan hukum, dan penjaminan keamanan,” ungkapnya. Namun, Mahfud tidak menjawab saat ditanya tentang penuntasan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. (mar/idr/syn/c9/fal)

 

error: Content is protected !!